Mengejar Dosa

Rifin Raditya
Chapter #26

Epilog

Rumah sakit itu tidak begitu ramai. Dari koridor terdengar langkah perawat, roda brankar yang sesekali berderit, serta tangis bayi dari ruang lain. Bunyi-bunyi kecil tersebut datang silih berganti, mengisi tempat itu dengan kesibukan yang tidak pernah benar-benar berhenti.

Dinda terbaring di atas ranjang besi. Usianya baru delapan belas tahun. Keringat masih membasahi dahi dan lehernya, sementara rambut yang basah melekat di pelipis. Kedua matanya sembab. Ia memandang ke langit-langit dengan tatapan kosong, seolah belum sepenuhnya kembali dari rasa sakit yang baru saja dilewatinya.

Kontraksi telah mereda, menyisakan tubuh yang lemas dan napas pendek-pendek.

Narti duduk di sampingnya sambil menggenggam tangan putrinya. Sejak tadi perempuan itu lebih banyak diam. Sesekali bibirnya bergerak, tetapi tak ada suara yang keluar. “Sedikit lagi, Nak,” bisiknya.

Dokter kembali memeriksa keadaan Dinda. “Tarik napas. Dorong lagi.”

Lihat selengkapnya