Blurb
Seorang ayah tidak selalu diingat dari seberapa sering ia hadir.
Kadang, ia hanya berharap diberi satu kesempatan terakhir.
Setelah bertahun-tahun terpisah oleh perceraian, Satrio—seorang pengemudi taksi online—menerima sebuah pesan yang mengubah hidupnya.
"Papa... aku ingin Papa datang ke pernikahanku."
Undangan itu datang dari Austria.
Dari putri yang nyaris tak lagi mengenalnya.
Masalahnya, Satrio bahkan kesulitan membayar kontrakan, apalagi membeli tiket ke Eropa.
Ia mencoba segala cara. Meminjam uang. Bekerja hingga tubuhnya tumbang. Tertipu investasi. Kehilangan seluruh tabungannya karena agen perjalanan palsu. Berkali-kali harapan datang, berkali-kali pula direnggut.
Ketika jalan terakhir seolah tertutup, sebuah tas berisi satu miliar rupiah tertinggal di kursi belakang mobilnya.
Untuk pertama kalinya, mimpinya berada dalam jarak satu keputusan.
Apakah ia akan memilih menjadi ayah yang hadir... dengan cara yang salah?
Atau pulang sebagai orang jujur... tanpa pernah menggandeng putrinya menuju pelaminan?
Sebuah novel tentang pengampunan, harga diri, dan cinta seorang ayah yang tidak pernah berhenti pulang, meski rumahnya telah lama berpindah ke belahan dunia lain.