Baru sekarang Satrio sadar, ternyata paspor memang sepenting itu. Pergi ke Eropa ternyata bukan hanya modal nekat, doa, atau uang. Yang pertama justru paspor. Apalagi ketika Nara mengirim chat, Pa, jangan lupa bikin paspor, ya. Nanti aku perlu data paspor Papa buat sponsor letter dan izin keamanan acara.
Satrio membaca kalimat itu tiga kali. Lalu mengernyit pada kata terakhir, “Izin keamanan acara? Ini nikahan apa konser Coldplay?”
Ia membalas cepat: Memangnya Austria seseram itu?
Nara membalas dengan emoji tertawa.
Bukan serem, Pa. Tapi masuk ke Austria memang lumayan ketat
Satrio membalas : Jangan-jangan kamu undang banyak tamu? Jadi perlu izin keamanan.
Mendadak ia membayangkan orang-orang Austria tinggi besar memakai jas mahal sambil minum wine. Lalu dirinya datang membawa sepatu diskonan dan jaket hasil beli di Pasar Baru, “Ya Tuhan,” gumamnya. “Aku nanti seperti bapak-bapak nyasar di seminar internasional.”
Nara membalas dengan emot ketawa…
Undangannya hanya keluarga deket aja, dinner party…
Dan paspornya memang sudah lama kedaluwarsa…kalau tidak salah terakhir kali Satrio menggunakannya ketika pergi liburan ke Singapura saat acara employee gathering di perusahaan lamanya…jadi mau tidak mau dia harus mengurusnya kembali…
Sialnya, mengurus paspor sekarang sangat berbeda dari zaman dia bekerja dahulu. Dia harus mendaftar secara online hanya untuk mendapatkan nomor urut, tanggal pertemuan, dan kantor imigrasi yang dikehendaki. Tidak ada lagi jalur ordal sehingga seseorang yang gaptek macam dirinya lumayan kesulitan buat mengurus.
Untunglah, Tia cukup kooperatif…
Ketika sedang bingung hendak meminta tolong siapa untuk ditanyai dia teringat pada gadis itu, dan ketika iseng menghubunginya ternyata Tia langsung menawarkan bantuan. Instingnya ternyata tidak salah memilih agen travel tempat Tia bekerja,
“Sudah ya pak,” kata Tia setelah Satrio usai mengunduh aplikasi pembuatan paspor.
Ketika mengetahui hal itu Satrio membatin dalam hati, lagi-lagi aplikasi…aplikasi pengemudi online…lalu aplikasi trading…sekarang untuk bikin paspor harus mengunduh aplikasi lagi…
"Memangnya hidup sekarang nggak bisa tanpa aplikasi?" gumamnya dalam hati.
“Memakainya gampang kok…” Tia tersenyum. “Tinggal isi nama lengkap, KTP, dan identitas lain…”
Tiga hari kemudian, permohonan pembuatan paspornya disetujui oleh imigrasi dan dia harus hadir sesuai tanggal yang dipilih...
***