Pukul 06.17 pagi…
Saat itu Satrio tengah merebus air di dapur kontrakannya untuk membuat kopi. Handuk masih terkalung di leher. Setelah mandi, pria itu memang selalu menikmati secangkir kopi dalam suhu yang pas. Seperti biasa, ia menyalakan televisi untuk memperbarui dirinya dengan berita-berita terbaru.
Pembaca berita itu membacakan satu demi satu berita dengan suara yang renyah, tetapi tak satu pun benar-benar didengar Satrio. Barulah ketika nama Tridana Tour disebut, tangan Satrio yang hendak menuang air panas dari ceret langsung terhenti.
Dia menoleh ke layar televisi. Diam mematung. Entah kenapa muncul perasaan tidak enak. Perasaan yang selama hidupnya hampir selalu terbukti benar. Perasaan yang sama ketika dulu dipanggil HRD saat pandemi. Perasaan yang sama ketika saldo tradingnya mulai jatuh. Dia belum sepenuhnya menyimak apa yang diucapkan si pembaca berita karena matanya tertuju pada judul berita yang ada di bagian bawah sang penyiar.
Judul berita yang langsung menghantam dadanya,
TRIDANA TOUR GELAPKAN DANA PELANGGAN PULUHAN MILIAR RUPIAH
“Sejak pengaduan 400 pelanggan ditindaklanjuti oleh pihak Kepolisian dari Polda Metrojaya, Direktur Tridana Tour – Muhammad Irvan Jaelani – dinyatakan sebagai tersangka dan saat ini sedang buron. Kantor travel Tridana Tour sendiri sudah dikosongkan ketika polisi melakukan penggerebekan untuk mencari bukti-bukti. Penipuan yang dilakukan Tridana Tour ini mengakibatkan kerugian mencapai 75 miliar rupiah…” sang penyiar membacakan berita seolah itu kejadian biasa.
Namun tidak bagi Satrio… kerugian ditaksir mencapai tujuh puluh lima miliar rupiah... kalimat itu yang terus bergema di kepalanya. Puluhan miliar, katanya. Satrio membaca angka itu lama sekali lalu menelan ludah. Kepalanya mendadak berputar hebat. Bagaimana tidak, di antara puluhan miliar itu...ada uangnya.
Tubuhnya mendadak terasa ringan, seolah seluruh darah mengalir turun meninggalkan kepalanya. Tidak mungkin… tidak mungkin.
Tia eksis.
Dokumennya diperiksa.
Tiket dibicarakan.
Ada kuitansi.
Ada bukti transfer.
Tidak mungkin semuanya palsu… tidak mungkin…