Menggapai MIMPI

Rahma Ar
Chapter #12

Kaivan sudah pergi

Sejak hari itu Valeri tidak pernah bertemu lagi dengan Kaivan. Katanya Kaivan sudah berangkat ke Inggris. Rupanya dia kuliah ke luar negeri. Hati Valeri rasanya kosong. Hampa. Juga ada penyesalan. Harusnya di pertemuan terakhir dia lebih bisa bersikap manis pada cowo itu.

Tapi Valeri juga menyalahkan Kaivan yang tidak mau berterus terang padanya. Apa karena Anya juga ikut bersamanya, jadi Kaivan tidak metasa perlu mengatakan apa apa padanya untuk berpamitan. Batinnya penuh dengan banyak tuduhan.

Aneh rasanya karena perasaannya sekarang menjadi sangat marah terhadap Kaivan.

"Ngga nyangka Kaivan ke Inggris. Dia ngga nitip apa apa ke kamu, Val?" tanya Acha mengusik ketenangannya yang sudah berantakan.

Valeti mengernyitkan keningnya, menatap temannya karena ngga mengerti maksud ucapannya.

"Buru buru amat, ya," celutuk Tita. Mereka masih masuk sekolah sampai beberapa hari ke depan.

"Iya, memangnya kampus di sana udah mulai kuliahnya, ya?" respon Wika.

"Entahlah." Acha mengedikkan bahunya.

Valeri juga ngga tau alasan Kaivan buru buru pergi. Cowo itu menghilang begitu saja.

"Beneran, Val, Kaivan ngga nitip apa apa?" kejar Wika lagi karena pertanyaan Acha masih belum dijawab Valeri.

"Nitip apa?" Tanpa sadar Valeri menyahut dengan nada sebal.

Ketiga temannya tersenyum. Makin semangat untuk menggoda Valeri.

Mereka kenapa, sih, sewot Valeri ketika melihat tatapan jahil mereka. Dia mulai waspada.

"Surat, mungkin?" Wika memulai memancingValeri.

"Atau ngechat kamu? Ngasih tau dia mau ke Inggris." Tita menimbrung.

"Kalo dia ngga sempat nulis surat cinta hehehe....." Tawa Tita berderai setelah melanjutkan ucapannya.

Wika dan Acha tanpa rasa bersalah juga ikut tertawa.

Valeri mengacuhkan mereka. Tapi tetap saja dia tidak bisa menjauhkan pikirannya dari Kaivan. Kelas ini punya banyak kenangan tentang Kaivan.

"Mereka ngga mungkin dinikahkan di sana, kan?" cuit Wika setelah tawa mereka usai.

Hah? Hatinya Valeri berdecit juga mendengarnya. Kenapa mereka ini malah membuatnya takut, omel Valeri dalam hati.

"Bisa aja kalo orang tua mereka takut keduanya kebablasan," ungkap Acha agak khawatir sampai dia menatap Valeri yang terlihat acuh aja.

Padahal saat ini jantung, hati dan paru paru Valeri tidak bisa menjalankan fungsinya dengan semestinya.

Lihat selengkapnya