"Wow wow wow wow ...., ngga nyangka papa kamu malah udah belikan apartemen," Acha sangat antusias begitu Valeri memberitaunya. Valeri menelponnya setelah pulang dari makan malam bersama keluarga teman papa.
Untung saja Acha belum tidur.
Valeri kemudian memberitukan nama apartemennya, lengkap dengan nomor unitnya.
"Oke oke. Aku akan minta papa beli unit di sana juga. Jadi kita bisa dekatan," tukas Acha masih sama antusiasnya.
"Kamu ngambil kampus ini, kan, SNBT nanti?" tanya Valeri memastikan.
"Iya. Kalo ngga keterima, aku akan ngambil mandiri juga di kampus ini. Do'ain aku keterima, ya."
"Pasti aku do'akan."
Keduanya tertawa berderai.
"Thank's, Val," harap Acha dengan nada suara cerianya.
"Iyaaa." Valeri juga menyambutnya dengan perasaan sama bahagianya karena dia tidak akan sendiri lagi.
"Oh ya, Val. Udah lihat SGnya Anya?" tanya Acha mengganti topik pembicaraan.
"Aku ngga nyimpan IG dia," sahut Valeri agak penasaran, walaupun pura pura ngga butuh.
Hening sesaat. Nggak lama kemudian ada kiriman foto dari Acha. Saat Valeri melihatnya, perasaannya langsung berkecamuk ngga menentu.
Foto Kaivan, Anya bersama kedua oramg tua mereka.
Mereka kelihatan harmonis, batin Valeri sedih. Sepertinya kalo dia masih mengharap Kaivan adalah suatu kesia siaan saja.
"Wajah Kaivan itu loh, dingin banget," komentar Acha dengan nada meremehkan.
'Perasaan kamu aja, Cha. Wajah Kaivan, kan, memang gitu." Valeri berusaha tidak berpikir julid, walaupun dalam hati juga menduga begitu. Dia tau Acha ingin menghiburnya.
"Mungkin kedinginan, 'kali, ya," tawa Acha ketika melihat lilitan syal di leher keempat orang di foto itu.
Valeri meresponnya dengan tertawa juga walau hatinya sekarang terasa garing
*
*
*
Cukup lama papa dan mama menemani Valeri di Jakarta. Selain ada bisnis, papa memang ingin memperbaiki hubungannya dengan mama dan Valeri.
"Sudah cukup hapal, kan, jalan jalan di Jakarta," senyum Amara hangat.
"Tetap aja masih bingung, ma," keluh Valeri. Tapi memang sudah lumayan hapallah. Maklum saja persimpangannya terlalu banyak, juga minta ampun macetnya.