Ternyata masih ada beberapa orang lagi temannya yang satu SMA dengannya masuk ke PTN yang sama selain Acha, Wika dan Tita. Valeri sempat melihat dua orang teman Kaivan di klub basket yang membuatnya cukup kaget juga. Dia ngga tau mereka melihatnya atau tidak. Waktu itu hari terakhir orientasi di universitas. Valeri benar benar ngga percaya melihat mereka berada di kampus yang sama dengannya
"Tadi aku ketemu Nino dan Zaki. Ngga nyangka, mereka kuliah di sini. Kirain bareng Geri dan Kaivan kuliah di Inggris," celoteh Acha berapi api. Saat ini dirinya bersama Valeri, Wika dan Tita sedang duduk beristirahat di bawah pohon besar yang rindang. Terlindung dari terik matahari yang panas menyengat
Valeri ngga nyangka Acha bertemu juga dengan mereka. Dia membuka botol minumannya. Bersiap untuk meneguknya karena kerongkongannya sudah terasa sangat kering.
"Kok bisa? Kamu ketemu di mana?Waduh, kenapa aku ngga ketemu mereka, sih?" Tita merespon dengan pertanyaan beruntun. Kekecewaan teedemgar jelas di dalam kalimat yang dia ucapkan. Kemudian Tita mengeluarkan mangkok bekal yang dia bawa. Isinya beberapa potong roti abon yang menggugah selera.
"Nih, ambil aja," tawarnya sambil mendekatkan roti abon yang dibelinya dari brand bakery terkenal pada ketiga temannya.
Ketiganya pun mengambilnya.
"Makasih, ya," seru mereka bertiga berbarengan dengan wajah penuh binar.
"Sama sama." Tita pun mencomot sebuah rotinya yang masih ada sisa dua buah.
"Kalo masih kurang kenyang, nih, ambil aja yang terakhir," tawarnya lagi.
"Buat aku aja nanti. Lapar banget soalnya," tukas Wika dengan senyum lebarnya.
"AYa, udah. Aambil aja."
Wika nyengir.
"Kok, bisa beli lima. Kamu niat awalnya memang ngelebihi rotinya buat Wika?" seloroh Acha membuat mereka bertiga tertawa lepas.
"Lagi ada promo, beli empat gratis satu," jelas Tita di sela tawa berderainya.
"Rejeki buat aku," selaWika dengan wajah sunringah.
"Oh iya, Cha, mereka lihat kamu, ngga?" tanya Tita mengulang pertanyaannya lagi yang belum dijawab Acha setelah tawa mereka mereda.
"Lihat, soalnya berpapasan tadi. Aku sempat ngobrol dengan mereka. Aku kasih tau kalo kita juga di sini," jelas Acha dengan wajah sumringah.
Valeri merasakan tatapan Acha penuh makna padanya.
"Pasti langsung diinfokan ke Kaivan kalo ada Valeri di sini," kekeh Tita lagi.