Ternyata mereka diajak makan malam di rumah teman papa, Om Sena Subrata.
Tante Sherli dan Om Sena menyambut mereka dengan senyum hangat.
Tante Sherli menggandeng Mama Valeri dan Valeri mengikuti kedua wanita paruh baya yang masih cantik itu masuk ke dalam rumah. Sementara papanya dan Om Sena Subrata masih mengobrol di teras.
"Arsaka baru pulamg dari kampus," cuit Tante Sherli memberitau.
"Valeri juga sering pulang malam," sahut mamanya menimpali.
"Kuliah sekarang sampai malam, karena banyak sekali tugas tugasnya. Eh, itu Arsaka."
Laki laki yang disebut namanya oleh mamanya baru saja keluar dari pintu lift.
Arsaka mengangguk sopan pada Amara dan Valeri.
"Kamu gabung sama papa dan Om Herdi aja di teras," perintah mamanya yang dianggukkan Arsaka.
"Kalo di sini nanti Valeri akan canggung," tawa Tante Sherli lagi.
Amara-mamanya Valeri juga tertawa pelan.
Perasaan Valeri jadi ngga tenang.
Dia mau dijodohkan? batinnya ngga tenang.
Tapi saat melirik Arsaka, laki laki itu juga teenyata sedang menatapnya, kemudian melengos dan pergi menemui papanya dan Papa Valeri.
Dia kesal, ya? Tapi jangan sama aku, dong. Aku juga ngga tau apa apa, batin Valeri sengit, ngga terima Arsaka sewot padanya karena akan dijodohkan dengan dirinya.
Tanpa sadar Valeri memijat keningnya. Dia bukan Anya yang senang senang aja karena dijodohkan, batinnya lagi masih kesal.
"Mbak, makasih, ya, sudah memperhatikan Valeri selama saya tidak berada di sini," ucap Amara setelah reda tawanya. Begitu juga tawa Sherli.
"Tenang, Mbak Amara. Valeri aman, kok. Tapi saya juga minta maaf ngga bisa setiap waktu menemui Valeri."
"Mbak Sherli, kan, sibuk. Saya sudah sangat berterimakasih. Oh ya, Valeri bilang makanan bekal dari Mbak Sherli yang diantar Arsaka enak enak," sanggah Amara cepat, ngga ingin membuat istri teman suaminya salah paham.
Wajah Tante Sherli langsung sunringah.
"Oooh, syukurlah kalo Valeri suka. Saya senang dengarnya."
Amara tersenyum lagi.
"Kami beruntung mengenal keluarga anda, Mbak Sherli," ucap Amara tulus.
"Sama Mbak. Kami juga merasa begitu."
Valeri tersenyum melihat komunikasi hangat kedua wanita cantik ini. Wajah mereka terlihat tulus dan tidak dibuat buat.
*
*
*
"Bagaimana kuliahnya Arsaka? Lancar, kan?" tanya Herdi ketika Arsaka mendekat.