"Bisa temani tante makan siang?"
Valeri dan Acha saling tatap. Untuk menolak permintaan mamanya Kaivan yang diucapkannya dengan nada sopan dan lemah lembut, membuat mereka merasa sungkan. Walaupun enggan untuk menuruti permintaan beliau, mereka terpaksa menerimanya.
"Kalian mau makan siang, kan?" tanya Mega lagi.
Valeri dan Acha menganggukkan kepalanya.
Acha cepat mengambil ponselnya
"Saya batalin janji sama teman duku, tante," ucapnya bersiap melangkah menjauh.
"Ngga usah dibatalin. Suruh teman teman kamu aja nyusul. Nanti tante Share lokasinya. Atau kita ke tempat teman kalian aja, bergabung bersama mereka," tawarnya ramah.
Ya, ngga mungkinlah, batin Valeri. Acha dan dirinya aja udah shock karena pertemuan ini, apalagi nanti Tita dan Wika. Mereka pasti akan bereaksi sama.
"Ngga usah, tante. Mereka suah telanjur ke sana,"tolak Acha dengan wajah serba salah. Dia juga berpendapat yang sama dengan Valeri.
"Ooh, begitu, ya. Jadi hanya kalian saja, ya," sahut Mega, masih dengan wajah ramahnya. Padahal dia juga ingin tau tenpat Valeri dan teman temannya berada.
Mega sudah menyelidiki Valeri dan juga teman temannya. Bahkan dia juga sudah tau dimana orang tua Valeri dan teman temannya bekerja. Memiliki perusahaan apa saja, jumlah kekayaan bahkan junlah hutang.
"Iya, tante. Saya kabari teman teman saya dulu." Kemudian Acha berjalan agak menjauh sbil mengirimkan pesan untuk Tita dan Wika. Sekarang dia baru bisa sebebas bebasnya menghirup oksigen. Sejak tadi dia merasa saluran pernafasannya seolah tersumbat.
Sementara Valeri masih merasakan ketegangan, ditambah Acha yang meninggalkannya, walaupun dalam jarak beberapa meter saja.
Padahal mamanya Kaivan tidak sedang memelototinya. Dia bahkan sedang menelpon sekarang. Tapi aura intimidasinya cukup terasa mencekam.
Sebenarnya apa maksud kedatangan mamanya Kaivan menemuinya? batin Valeri penuh tanya.
Dari sikapnya saja, Valeri dapat merasakan kalo mamanya Kaivan tidak menyukainya.
Apa salahnya? Bukannya anaknya sudah bertunangan? Dia juga tidak pernah berkomunikasi dengan Kaivan.
Valeri menghela nafas pelan. Rasanya waktu berjalan sangat lambat. Dia pun menatap ke arah Acha yang syukurnya sudah berjalan kembali ke arah mereka. Valeri baru merasakan perasaan lega.
"Kita berangkat sekarang?" tanya Mega setelah Acha mendekat. Kebetulan juga dia sudah menyelesaikan komunikasinya.
Valeri dan Acha mengangguk pelan, membuat senyum Mega tambah melebar.
"Kta pake mobil tante aja, ya," ucapnya sambil melangkah lebih dulu, seolah tidak mau menerima penolakan.
Valeri dan Acha kembali bertatapan lagi. Kemudian tanpa kata, mereka melangkah mengikuti mamanya Kaivan dengan perasaan terpaksa.