Jaja Sudrajat, satpam kampus Sarasvati Utama, kampus terkemuka di bilangan Jakarta Selatan mengusap keringat peluh yang membasahi leher dan wajahnya. Musim perkuliahan sudah dimulai. Dia kembali disibukan dengan rutinitas mengatur kendaraan yang masuk. Dia sudah hafal di hari pertama akan banyak kekacauan karena semua mahasiswa berebutan mencari tempat parkir. Areal parkir kampus Sarasvati cukup luas tapi mobil dan motor yang masuk pun lebih banyak. Semua ingin dapat parkir yang teduh.
"Pak Jaja, cepat dong. Aku mau daftar jurusan, ini sudah telat. Itu mobil di depan terlalu lambat," protes seorang mahasiswa.
"Sabar ya. Mobil depan sedang mencari tempat parkir," jawab Jaja.
Belum ada semenit dia menarik napas, terdengar suara protes lainnya.
"Pak Jaja, tempat parkir yang biasa masih kosong kan?" tanya mahasiswa perempuan berkaca mata hitam.
"Cari yang ada saja. Di sini tidak bisa mengamankan satu spot parkiran. Siapa yang datang duluan, bisa menempatinya," jawab Jaja dengan sopan.
Meskipun lelah Jaja berusaha melayani protes mahasiswa dengan senyum. Jaja baru saja meletakan bokongnya di kursi dan siap menyeduh kopi ketika melihat sebuah Harley Davidson memasuki tempat parkir.
"Panjang umur tuh anak," gumam Jaja.
Jaja tersenyum lebar. Dia bangkit dengan sigap dan segera keluar pos satpam. Pria itu berdiri tepat di depan pos satpam dan memberi hormat dengan gaya kocak. Sesuai aturan yang berlaku, Jaja mengecek STNK pengemudi meskipun dia tahu moge mewah itu milik Alex. Sebagian besar mahasiswa di sini lebih suka membawa mobil dibandingkan moge.
"Selamat Pagi,Pak. Ada tempat buat mcQueen," tanya Alex sambil menepuk-nepuk stang moge kesayangannya. Dia memberi nama motor Harley Davidsonnya dengan nama mcQueen.
"Sudah saya siapkan," jawab Jaja dengan sumringah.
"Tempat biasa kan?"
"Betul sekali. Saya pasang patok khusus biar tidak direbut orang lain."
Sambil sedikit berlari menuju spot yang dituju, Jaja melepaskan patok bertuliskan parkir dekan. Tentu saja spot tersebut disediakan bukan untuk dekan tetapi untuk Alex. Banyak mahasiswa yang tidak peduli kalau hanya ditulis reserved. Jaja khusus memberikan spot parkir spesial ini untuk Alex si mahasiswa rebel tapi paling pemurah. Meskipun Jaja tidak meminta tetapi setiap bulan Alex memberikan tips besar atas jasanya. Di waktu senggang, Alex kerap nongkrong di pos satpam sambil ngopi dan makan gorengan. Sikap itu yang membuat Jaja memberikan perlakukan istimewa untuk Alex.
"Thanks, Pak Jaja," ucap Max seraya memberi hormat dengan dua jari.
Alex siap membelokkan motornya. Tiba-tiba saja dari arah samping, sebuah mobil menikung dengan tajam dan disertai dengan suara klakson. Seperempat hidung mobil sudah memasuki spot parkir yang ada. Alex menggeram pelan. Dia memacu moge. Mobil itu malah ikut memacu kecepatan dan mengklakson dengan kencang.
Gubraaak!
Moncong mobil bertabrakan dengan motornya. Lalu disusul dengan suara decitan rem yang mendadak dan suara bodi mobil yang menabrak pohon. Terdengar suara pekikan kencang si pengemudi. Akibat hantaman itu Alexterlempar dari motornya.
"Masya Alaaah!" Jaja menjerit kaget.
Jaja segera menghampir pengemudi perempuan yang ada di dalam mobil.
"Mbak, kamu enggak apa-apa," tanya Jaja dengan panik.