Menghitung Hari, Menghitung Cinta

Perle Gauthier
Chapter #6

Penolakan Yara


"Apa kamu bilang?" Yara berusaha menegaskan pendengarannya.

"Aku mau kamu jadi mentorku. Aku butuh IPK 2,5,"Alex mengulang kalimatnya.

Yara menggelengkan kepala dengan tegas. Kalau ada satu hal yang paling dia hindari adalah menjadi mentor. Dia punya pengalaman buruk mengajarkan kakak kelas. Buntutnya dia diperbudak untuk membuatkan makalah. 

"Mau enggak? Aku sudah berbaik hati. Kalau tidak mau, kamu bayar sekarang hutangmu," kata Alex.

"Enggak ada tawaran lain?" tanya Yara.

"Nope." Alex mengeleng-gelengkan kepala.

"Kamu pasti tidak pernah ikut les privat atau kursus? Apakah kamu tidak tahu, biaya mentoring itu lebih mahal dari harga ganti rugi motormu itu," balas Inez.

Alex terkejut. "Berapa biaya mentoring?" 

Sekarang keadaan berbalik. Yara berusaha menahan senyum dan berkata dengan serius. "Kalau dihitung per jam, satu jam rata-rata lima juta, tergantung dari kemampuan pengajar. Karena aku mahasiswa berprestasi, rateku per jam bisa lebih tinggi dari itu." 

"Bohong." 

"Terserah mau percaya atau tidak. Coba saja kamu tanyakan pada chat GPT. Aku ada perkuliahan. See you, dumbhead," kata yara , memberikan seringai penuh kemenangan. 

Alex bengong. Dia segera mengeluarkan ponsel untuk mencari jawaban di sana sambil garuk-garuk kepala. 

"Sialan. Dasar perempuan penipu," maki Alex setelah menyadari kebodohannya. 

Sosok Yara sudah menghilang dari pandangan. 

***


Sore hari di Kampus Sarasvati Utama terlihat lenggang. Sebagian besar perkuliahan sudah selesai. Hanya tersisa kesibukan di kantin. Sejumlah mahasiswa masih nongkrong di sana. Di salah satu sudut meja ada sekelompok mahasiswa yang sibuk rapat. Lucas, Yara Grace Kevin dan Dimas sedang mempersiapkan konsep kampanye mereka. 

Saat ini Lucas yang masih menjabat sebagai seksi pendidikan, berambisi menjadi ketua BEM. Dia mengajak Yara yang menjabat sebagai wakil seksi dokumentasi sebagai partnernya. Ketika mendapat tawaran itu, Yara langsung menyanggupi. Ini menjadi kesempatan untuk lebih dekat dengan Lucas, pria yang sejak lama ditaksirnya.  Sementara Dimas, Grace dan Kevin akan menjadi tim sukses. Meja mereka penuh dengan kertas coretan yang menjadi saksi sejumlah konsep yang gagal dituangkan. Laptop Lucas dan Yara memuat sejumlah rancangan konsep yang sedari tadi didebat tiga temannya. 

"Kalian membuat konsep terlalu banyak dan ribet," keluh Dimas. 

"Kita harus buat yang berbeda dan benar-benar inovatif," kata Lucas. 

"Bukan aku enggak setuju tetapi sebaiknya kita fokus pada beberapa bidang saja." Grace ikut menyetujui usulan Dimas. 

"Tetapi kita harus memerhatikan banyak bidang karena mahasiwa di kampus beragam dan kepentingannya banyak. Jangan sampai ada yang merasa jadi minoritas," Yara beragumentasi.  

"Aku setuju tetapi enggak perlu kalian menawarkan sampai 15 program. That's insane. Kita mengurus mahasiswa bukan mengurus negara. Tidak akan ada perang nuklir atau perebutan selat juga," protes Dimas. 

Lucas dan Yara saling bertatap-tatapan, sedikit tersipu. Mereka terlalu ambisius sampai lupa akan terbatasan waktu dan dana. 

"Sorry, man. Baiklah, kita kurangi," ucap Lucas, tergelak. 

"Bagaimana kalau difokuskan pada  4-5 program saja. Sedikit tetapi tepat sasaran," kata Grace. 

"Great. Kita bisa mulai kampanye pendahuluan acara Music Quarter minggu depan," ucap Dimas semangat. 

"Apa harus secepat itu?" tanya Yara

Dimas mengangguk. Dia mengeluarkan selebaran yang ditemukannya di jurusan Ekonomi. 

"Saingat terberat kalian Adeline dan Mia, sudah mencuri start. Aku menemukan selebaran dan minuman kaleng yang mereka bagi-bagikan gratis. Sejauh ini baru dibagikan di jurusan ekonomi tetapi aku yakin besok menyebar ke jurusan lain," kata Dimas, mahasiswa jurusan ekonomi. 

Lucas memijat-mijat dahinya. Belum apa-apa tantangan sudah muncul di depan mata. 

Adeline Larasati, mahasiswa jurusan Ekonomi terkenal sebagai model iklan dan publik figur. Semua mahasiswa  di kampus Sarasvati Utama mengenal Adel. Desas desus tentang dia mencalonkan diri sudah Lucas dengar sejak tahun lalu. Meskipun Lucas tahu dirinya dikenal anak kampus tetapi agak sulit melampau ketenaran Adeline. 

"Selain Adeline. Apa kamu dengar gosip mahasiswa lain yang mencalonkan diri?" tanya Yara.

"Aku dengar Nando anak Hukum sama Giana anak Kedokteran juga mau mencalonkan diri," jawab Grace.

"Mereka sih, kecil. Pendukungnya tidak banyak. Apalagi Giana. Di BEM tahun ini saja tidak aktif, jarang mahasiswa yang mendengar namanya," kata Kevin. 

Lihat selengkapnya