Menikahi Putra Mahkota

Aroem Aziez
Chapter #3

PDKT yang aneh

Kalau orang lain PDKT itu penuh chat panjang, perhatian, dan kode-kode manis .…

PDKT Anti dan Vio lebih mirip… latihan kesabaran.

“Dia bales chat lo berapa lama?” tanya Rani sambil ngunyah gorengan.

Anti membuka ponselnya, lalu menunjukkan layar. “Terakhir gue chat kemarin sore.”

Rani menyipitkan mata. “Terus dibales?”

“Barusan.”

Rani hampir tersedak. “Barusan?! Itu udah lewat… hampir dua puluh jam, Anti!”

Anti santai. “Ya nggak apa-apa juga.”

“Nggak apa-apa apaan?! Itu bukan slow response, itu hampir punah!”

Anti tertawa kecil. “Yang penting dibales.” Gadis itu menjulurkan lidah meledek Rani.

Rani menatapnya lama, kemudian meletakkan tangannya di dahi Anti. “Lo ini sabar banget… atau nggak waras?”

“Cinta,” jawab Anti singkat.

Rani langsung menghela napas panjang, dan menoyor kepala temannya yang sok tau tu. “Gue doain lo kua,t ya.”

**

Chat dari Vio memang… sederhana.

Sangat sederhana.

Anti: “Lagi apa?”

Vio: “Nggak.”

Anti: “Udah makan?”

Vio: “Udah.”

Anti: “Makan apa?”

Vio: “Makan.”

Awalnya Anti sempat bingung.

Ini orang jawab atau lagi ngisi teka-teki silang?

Tapi lama-lama… ia terbiasa.

Bahkan anehnya, ia mulai menemukan “arti” di balik jawaban-jawaban singkat itu.

“Menurut gue ya,” kata Anti serius suatu sore.

“Apa lagi?” tanya Rani curiga.

“Dia tuh bukan nggak peduli.”

“Terus?”

“Dia cuma… nggak banyak ngomong.”

“Meski bukan ngomong, ini masalah ngetik chat, lo.”

Anti menatap sahabatnya sambil senyum cengengesan.

Rani menatapnya datar semakin dalam. “Anti.”

“Iya?”

“Lo itu cuma lagi nyari pembenaran.”

Anti tertawa. “Biarin.”

**

Lihat selengkapnya