Blurb
Bagaimana jika cinta tidak dimulai dengan rayuan, melainkan dengan doa? Bagaimana jika dua hati memilih menjaga jarak bukan karena tak memiliki rasa, tetapi karena ingin memastikan bahwa cinta mereka tumbuh dalam rida-Nya?
Viqar Ghazanfar, seorang arsitek lanskap berusia 27 tahun, memiliki prinsip hidup yang teguh. Baginya, menjaga pandangan dan kehormatan bukan sekadar kewajiban, melainkan komitmen yang harus dipertahankan. Pengalaman menyaksikan kehancuran rumah tangga kakaknya membuat Viqar semakin yakin bahwa cinta membutuhkan batas, tanggung jawab, dan kesiapan untuk menghalalkan, bukan sekadar keinginan untuk memiliki.
Sementara itu, Ralia Syafiqah, hafidzah 30 juz yang mengabdikan diri sebagai pengajar Al-Qur'an bagi anak-anak yatim, menyimpan impian sederhana: menemukan seorang imam yang bukan hanya mampu memberikan nafkah, tetapi juga membimbingnya mendekat kepada Allah. Meski banyak pinangan datang dari pemuda berada, Ralia tidak mudah silau oleh harta dan kedudukan. Baginya, ketakwaan adalah kemuliaan yang sesungguhnya.
Ketika jalan hidup mereka mulai bertaut, perasaan yang tumbuh di antara Viqar dan Ralia menjadi ujian tersendiri. Mereka harus belajar bahwa menjaga cinta bukan hanya tentang menahan rindu, tetapi juga tentang menghormati proses, melibatkan keluarga, memohon petunjuk melalui istikharah, dan menerima bahwa takdir Allah tidak selalu berjalan sesuai harapan manusia.
Di tengah keraguan, tekanan, dan berbagai ujian yang menguji keteguhan hati, mampukah mereka mempertahankan prinsip tanpa kehilangan kelembutan? Akankah doa-doa yang terucap dalam kesunyian bermuara pada sebuah ijab kabul yang penuh berkah?
Meniti Janji Suci adalah kisah tentang cinta yang tumbuh dalam ketaatan, kesabaran dalam penantian, dan keberanian memilih jalan halal ketika dunia menawarkan banyak jalan pintas. Sebuah perjalanan dua insan yang ingin membangun rumah tangga bukan hanya sebagai tempat bernaung, melainkan sebagai jalan ibadah untuk saling menguatkan menuju rida Allah.
Karena cinta sejati bukan tentang seberapa cepat dua hati saling memiliki, melainkan seberapa teguh keduanya menjaga diri hingga tiba waktunya dipersatukan dalam janji suci.
Sebab, cinta yang dijaga karena Allah bukan sekadar mencari pasangan hidup, melainkan mencari teman seperjalanan menuju jannah.