Meniti Janji Suci

Amrullah Ibrahim
Chapter #37

Sebelum Berganti Gelar

"Muka antum bercahaya sekali pagi ini, kawan. Pemuda yang memulai hari pernikahannya dari shaf terdepan masjid insya Allah akan memimpin keluarganya ke shaf terdepan surga."

— Farhan Al-Ghifari

─── ⋆⋅☆⋅⋆ ───


Adegan 01: Gema Panggilan Langit & Derai Embun Fajar

─ ⋆⋅☆⋅⋆ ─

Kabut tipis berarak rendah memeluk pelataran marmer Masjid Agung Al-Furqan ketika dentang lonceng kota baru saja menyentuh angka empat lewat seperempat dini hari. Udara fajar laksana bilah es yang diasah halus; dinginnya menyusup tanpa permisi menembus serat gamis putih polos yang dikenakan Viqar, menjalar ke pori-pori leher, dan memaksa dadanya menghela napas panjang beruap. Di dedaunan palem kipas yang berderet rapi di taman pelataran, tetes-tetes embun menggantung bening bagai permata yatim yang menolak jatuh sebelum mentari menyapa.

Lalu, suara itu membelah langit sunyi.

"Allahu Akbar... Allahu Akbar..." Suara muadzin tua Masjid Al-Furqan meliuk tinggi dengan cengkok Hijaz yang berat dan basah oleh ratap rindu. Tiap bait seruannya bergulir di atas atap-atap rumah penduduk yang masih terlelap, melintasi pepohonan mahoni tua, lalu menghunjam lurus ke ulu hati Viqar. Seluruh persendian pemuda itu mendadak luluh. Biasanya, adzan Shubuh adalah alarm biologis untuk bergegas menyambar sajadah atau menepis kantuk yang liat. Namun subuh ini—Ahad yang akan memahat sejarah baru dalam suratan takdirnya—setiap lafaz takbir terasa bagai ketukan palu godam di pintu mahkamah nuraninya.

Hari ini. Tepat pukul sembilan pagi nanti, di hadapan penghulu, para saksi, malaikat pencatat, dan Allah Yang Menggenggam Jiwa, kata 'aku' akan lebur menjadi 'kami'. Gelar kebebasan seorang bujangan yang ia sandang selama dua puluh tujuh tahun akan gugur, digantikan oleh jubah berat bernama nakhoda. Sesaat, ada desir ngilu di rongga dadanya—sebuah labirin kecemasan purba: sanggupkah ia? Benarkah tangannya yang masih sering gemetar ini layak menggenggam amanah anak perempuan orang lain yang selama ini dirawat dengan air mata dan cinta sepasang orang tua saleh?

─── ⋆⋅☆⋅⋆ ───


Adegan 02: Tawa di Pelataran Wudhu & Gurauan Farhan

─ ⋆⋅☆⋅⋆ ─

"Woi, juragan calon pengantin! Antum lagi shalat tahiyyatul masjid apa lagi syuting video klip lagu galau di tiang pilar, hah?"

Lihat selengkapnya