Ustadzah Peggy .... Begitu saya menyapanya.
Perjalanan hidupnya yang berliku, bergelombang, bergejolak, adalah bukti kasih sayang, Rahman Rahimnya Allah, hingga beliau diizinkan-Nya berhijrah.
Selanjutnya, saya mendengar kiprahnya di seantero penjuru negeri. Bahkan, melanglang buana ke sudut-sudut bumi. Berdakwah, bekerja kemanusiaan, bersosial, dengan tujuan menguatkan syiar agama Allah.
Di NTB, saya bahkan tak tahu dia telah berkiprah dakwah, membangun sekolah, dan tempat anak-anak kampung belajar mengenal Tuhannya. Rumah Qur’an. Dia lakukan di sebuah desa di Bima, jauh dari mana-mana, dari mata, dan telinga manusia, Dia menyeru kepada Allah. Dan, dia telah melakukannya juga di wilayah-wilayah lain di negeri ini.