MENJUAL TERANG, MEMBELI GELAP

Herman Siem
Chapter #1

ANUGERAH KEHIDUPAN

Anugerah kehidupan pemberian karunia dari Tuhan yang memungkinkan seseorang untuk bisa eksis, bernapas, dan mengarungi dunia yang tentu selalu tak seindah asa dalam benak setiap pemilik anugerah kehidupan. Pasti banyak onak rintangan yang tentu harus di hadapi dan terkadang seseorang tak menyadari terjatuh dan begitu saja larut dalam keputusasaan.

Anugerah kehidupan yang di berikan Tuhan tak serta merta selalu berharap mulia, selalu ada titik celah membuat seseorang selalu bersedih dan ada yang selalu tersenyum tanpa selalu bersedih. Patut bersyukur harus menerima anugerah kehidupan yang di berikan dari Tuhan, semua tergantung dari perjalanan kehidupan masing-masing.

Setiap langkah kebaikan dan keberhasilan tentu selalu di iringi setiap untain doa yang bercampur peluh walau Tuhan telah memberikan anugerah kehidupan pada seseorang. Seperti tak selamanya indah anugerah kehidupan yang di berikan Tuhan untuk seseorang selalu hanya mendongak kelangit tanpa menyadari dari mana asal anugerah kehidupan itu di dapatinya.

Tak pelak ketika apa yang semua telah di dapati, terkadang seseorang lupa akan nikmat yang di dapatinya seraya malas dan merasa acuh asal dari mana semua anugerah kehidupan di dapatinya. Terkadang seseorang mulai berusaha menyentuh tingginya langit setelah terjatuh dan ingin kembali membalikan anugerah kehidupan yang sebelumnya di dapatinya kembali seperti sediakala.

Sungguh semua itu terasa tidak mudah untuk mengembalikan kepercayaan pemberi anugerah kehidupan yang sesungguhnya Ia mulai terluka, terluka bukan karena kesombongan keangkuhan seseorang penerima anugerah kehidupan. Tapi kepasrahan hidup, kini hanya membuatnya selalu termenung seraya air mata tak kering, dua tangannya selalu menengadah dan selalu bersimpuh serta hati selalu rindu memuji pada-Nya.

***

Puluhan tahun telah berlalu, semua apa yang di milikinya begitu cepat hilang seraya di telan riak gelombang lautan samudra yang marah padanya. Tidak lagi ada yang berharga di miliki, hanya sebatang tongkat yang sangat berharga di miliki. Dan tentunya pendamping setianya yang selama ini sangat begitu berharga baginya membantunya untuk berjalan, ia adalah seorang istri yang begitu sangat setia padanya.

Wajahnya datar, bagian pangkal hidung datar, ukuran kepala lebih kecil dari rata-rata {mikrosefali}, dan leher terlihat pendek, selalu menunduk wajahnya. Bentuk mata miring keatas seperti kacang almond, terdapat lepitan kecil di bagian matanya. Ukuran mulutnya kecil, terkadang lidahnya sering menjulur kekuar. Telapak tangannya melebar dan jari-jari terlihat mengecil, itu semua bagian dari tubuh seorang lelaki yang selama ini terlahir sebagai dwon syndrome.

Walau terlahir dwon syndrome, tekadnya kuat tidak pernah ada kata malu dan putus asa. Ia sampai bisa mendirikan pabrik krupuk rumahan, dan bisa memperkerjakan banyak orang. Namun anugerah kehidupan yang indah begitu saja lenyap hilang tertelan. Sempat terpuruk jatuh dalam kubangan keputusasaan, namun istrinya selalu ada dan selalu setia menemaninya.

Hanya Laya, seorang istri yang tak pernah ingin meninggalkan dan menduakan hatinya, terlebih sedikitpun tak terbesit untuk pergi menjauh dari suaminya yang dua matanya tidak lagi bisa melihat indahnya dunia ini. Istrinya begitu paham dan begitu tahu betul dengan segala kebutuhan suaminya yang mengandalkannya.

Dalam benak seorang istri ingin sekali setiap lantunan dan setiap untain doanya selalu di dengar oleh pemilik semesta ini dengan memberikan anugerah kehidupan yang terindah. Akan tetapi pemilik semesta ini seraya telah menjauh dan tidak mau lagi mendengar setiap untain doa yang telah di untainya pada setiap waktu memuji dana kebesaran-Nya.

Laya selalu pasrah jika Tuhan, pemilik semesta ini masih belum ingin mendengar doa dan mengubah kehidupannya yang saat ini sungguh membuatnya selalu bersedih, dan selalu berjikabu dengan peluh hanya untuk menyambung hidup. Laya selalu berusaha untuk tidak putus asa dan selalu yakin, jika suatu hari pemilik semesta ini akan memberikan anugerah kehidupan terindah untuknya dan suaminya.

Lihat selengkapnya