Menunggu Bulan *Novel*

Herman Siem
Chapter #17

Mungkin Dia Lupa

"Delon, loe kok diam aja si? Hihh! Ngak happy deh!" makin kemayu tingkahnya Anjas kayak sengaja bangat dua tangannya pijit-pijit halus pundak belakang Delon terduduk merenung.

Tatapan seraya terpapar kosong dua mata makin menyimpan sendu berkaca-kaca, ada kalahnya ingin sekali menumpahkan kerinduan makin berkutat dalam hati kecilnya. Rindu tertahan hanya bisa menunggu tanpa jawaban kabar kepastian kapan kembalinya Bulan.

"Masa, aku hanya menunggu kamu saja, Bulan?" guman dalam hati Delon.

"Mungkin dia lupa sama loe, Lon." masuk Susi dengan Lusy kedalam kelas seperti mendengar bisikan dalam hatinya Delon.

Siang sepi, semua murid sedang istirahat. Lapangan basket penuh ramai dengan sorak cewek-cewek menjagokan cowok gebetannya buat meringsek masuk bola basket kedalam ring tergantung pada tiang.

"Huhhhh ...!" banyak cewek bersorak kecewa saat bola basket meleset tidak masuk kedalam ring basket.

Sementera diluar, sepanjang lorong depan kelas banyak murid-murid berjalan, kasak-kusuk ngepo dan caper setiap cewek pada cowok gebetannya biar terpancing hatinya.

"Mungkin Bulan udah lupa sama loe, Delon." hasutan licik dua mata Lusy berdiri dihadapan meja, hanya terduduk Delon mulai terpancing hasrat hatinya dengan kecantikan dan seksinya Lusy.

"Loe'kan tahu sendiri lagi semalam gimana? Loe telpon Bulan? Malahan dia ngak jawab-jawab,'kan." sontak lirikan mata Susi dan Anjas melirik Lusy.

"Kok loe?" sela ingin tahu Susi dekati Lusy tersenyum senang bangat duduk diatas meja menghadap Delon.

"Jangan-jangan loe?" makin kepo ingin tahu Anjas tangan kanannya merangkul pundak Lusy menatap senyum pada Delon.

"Gua semalam jalan sama, Delon." sahut yakin bangat Lusy kalau semalam ini pasti bakalan tinggalkan kenangan manis buat Delon.

"Gua sendiri yang dengar. Kalau Bulan, berapa kali ditelpon Delon. Bulan ngak ngejawab! Gua, yakin dia sengaja ngak jawab panggilan loe, Lon. Pasti Bulan udah dapatin cowok lagi," lirikan dua mata licik Lusy mengkodekan pada Anjas dan Susi.

"Benar tuh, Lus." sambung Susi makin bikin Delon gelisah hatinya.

"Yang namanya cewek tuh palingan ngak kuat, Lon jauh-jauhan. Walau antara Jakarta dan Majalengka ngak terlalu jauh. Tetap aja loe sama Bulan LDR'an. Kayak gua dong setengah cewek, setengah cowok. Jadi setengah kuat dan setengah ngak yakin kalau LDR'an," makin gelisah hatinya Delon dengan hasutan Anjas dan Susi.

Lihat selengkapnya