Menyatukan Kepingan Diri

Rani Septiani
Chapter #23

22. Nggak Ngenalin Diri Sendiri

Dari kehancuran dan kehilangan yang sudah aku lewati, yang paling nyakitin nggak ngenalin dan kehilangan diri sendiri.

"Bubur ayamnya satu, Pak."

Aku duduk di kursi plastik yang nggak jauh dari si penjual yang sedang meracik bubur. Kuliat tangannya begitu lihai, memasukkan bubur ke dalam plastik yang kemudian diikat, menata topping di atas bubur yang diberi alas plastik, kemudian sterofoamnya ditutup. Ah, itu bukan bubur pesananku, pantas saja toppingnya nggak lengkap.

"Baru di sini, Dek?"

"Iya, Pak. Baru, eh berapa hari ya?" Sebentar, kubuka tas selempang dengan gerakan grasak-grusuk, kucari kertas bertuliskan tiket kereta. Kupungut beberapa kertas yang aku sendiri sudah lupa apa untuk kumasukkan lagi ke dalam tas.

"Pak sekarang tanggal berapa?" Untuk memastikan bahwa jawaban yang akan kuberikan benar.

"Tanggal dua puluh delapan, Dek."

Lihat selengkapnya