Menyatukan Kepingan Diri

Rani Septiani
Chapter #25

24. Aku Percayain Sama Kakak

Katanya hidup itu nggak cuma menambah kepintaran diri sendiri, tapi tentang kebermanfaatan. Dan, katanya bekerja bukan buat memperkaya diri sendiri, tapi tentang berdampak untuk sekitar.

Siapa sangka, nanti yang dimaksud Kak Yumna adalah keesokan harinya dan hari ini sudah berganti hari, artinya aku hari ini bakal ketemu Kak Yumna. Sepulang diantar Kak Yumna kemarin, mau nggak mau aku harus charger handphone biar aku bisa nyimpen dan chat kak Yumna. Untungnya aku sudah deactive semua media sosial, mengarsipkan chat dari nomor yang mengetahui nomor WhatsApp baruku. Jadi, ya walau pun handphoneku mati berhari-hari, begitu dinyalakan tetap sepi.

Pertemuan dengan kak Yumna hari ini juga berhasil membuatku nemuin alasan buat mandi, buat meminjam setrikaan ke tetangga kos.

"Jadi semua novel ini Kakak yang buat?" tanyaku dengan nggak percaya saking takjubnya, aku pernah baca novel, dan setiap selesai baca punya keinginan buat ketemu langsung sama orang yang punya gelar penulis itu. Pengen duduk bareng, ngobrol, dan nanya kok bisa sih nulis cerita keren sampai berhalaman-halaman gitu. Keren.

Kak Yumna mengangguk antusias, wajahnya keliatan malu-malu. Ah, lucu banget sih, Kak, gemes, pipi chubbynya pengen kuuyel-uyel. "Kakak makin imut deh kalo salting gitu."

Kak Yumna tersenyum menampilkan gigi kelinci yang nggak semua orang punya, dia itu kalau senyum jarang banget nampilin gigi, jadi begitu sekarang aku liat dia tersenyum keliatan gigi jadi makin terpesona. "Ini semua masih berplastik soalnya bonus dari penerbit buat penulis. Rencananya mau buat kamu, Nay. Soalnya tadi malam katanya kamu suka baca."

"Sebanyak ini buat aku, Kak? Wah, wah, wah. Aku sih jelas mau banget, tapi nggak rugi Kak? Berapa ini kalo ditotal sebanyak ini?" Aku menghitung semua buku yang dibawa Kak Yumna yang sekarang tergeletak di meja kafe nggak jauh dari kos kami.

"Nggak rugi, Nay. Nggak usah dipikirin. Kamu mau terima aja aku seneng."

Ada ya orang sebaik Kak Yumna? Jujur, dulu ketika aku diperlakukan baik sama semua orang, aku punya penilaian semua orang itu baik, tapi setelah aku dapet perlakuan jahat, omongan nggak baik dari cukup banyak orang, aku jadi berpandangan ada banyak orang nggak baik di dunia ini.

"Jadi anak rantau yang Kakak maksud itu apa?" Aku dari kemarin penasaran dan menebak-nebak. Oh, aku baru ingat, jadi yang dimaksud habis menjenguk anakku di Gramedia itu habis jenguk novel-novel tulisannya toh.

"Kuliah, Nay. Aku lagi nyusun skripsi, karena aku jatuh cinta sama lingkungan di sini, jatuh cinta sama kampus tempat aku belajar ini, aku mutusin bakal menetap lebih lama karena lagi nyari info buat lanjut S2 di sini."

Lihat selengkapnya