Ada banyak yang nggak aku sadari kemarin lalu aku ingat hari ini, mungkin itu salah satu cara biar aku ngambil banyak pelajaran dari hidup ini.
Kami nggak ke kosku, tapi ke kos Kak Yumna karena jaraknya yang lebih dekat dengan kafe tempat kami bertemu tadi. Aku duduk berhadapan dengan Kak Yumna di atas karpet bulu berwarna sage, nggak lupa Kak Yumna menyuguhkan toples-toples berisi cemilan dan air mineral, tadi aja di kafe lagi-lagi Kak Yumna yang bayar karena aku sudah berterus terang di chat kalau aku lagi nggak pegang uang.
"Kak aku punya cita-cita jadi pramugari, sialnya hari itu pas off kerja, aku diajak nginep di villa sama Sindi, dia keluargaku. Ngineplah kami berdua, malemnya pas lagi asyik nonton di kamar villa, dia ngasih aku segelas minuman, katanya itu minuman orang bule halal, oleh-oleh dari keluarganya yang abis dari luar negeri."
Dadaku mulai dihantam rasa sesak lagi, cerita ke Kak Yumna sama aja kayak lagi ngebuka ingatan yang sudah susah payah berusaha aku lupain, tapi kalau aku nggak cerita gimana caranya Kak Yumna bisa tahu?
Aku menelan saliva, Kak Yumna membukakan tutup botol air mineral kemudian disodorkannya ke aku. Kuteguk sekali, kulanjutkan lagi ceritanya. "Aku percaya, nggak curiga sedikit pun. Aku minum, katanya harus langsung dihabisin, jadi ya aku ikutin soalnya aku liat Sindi juga minum sampai habis, tenggorokanku panas, kepala langsung kliyengan, jantungku langsung berdebar, badanku jadi anget padahal tadinya aku ngerasa kedinginan. Abis itu aku udah nggak inget apa-apa lagi."
"Aku kebangun, tapi masih setengah sadar, Kak. Aku ngeliat ada cowok namanya Satria lagi nindihin badan aku, berbuat yang nggak pantes. Waktu bangun pagi, aku ngeliat pakaianku masih lengkap, jadi aku kira semua itu mimpi, anehnya Sindi udah nggak ada di kamar, nggak ada di villa. Aku salah Kak, kejadian menjijikan itu bukan mimpi."
Aku menangis sesegukkan, perasaan jijik ke diri sendiri itu terulang lagi, perasaan menilai kotor diri sendiri itu terulang lagi, perasaan hancur itu aku rasain lagi. Tapi, aku juga ngerasa ada sedikit perasaan plong karena sesuatu berat yang selama ini aku simpen sendiri bisa aku ceritain ke orang lain.