Merajut Senja

Oleh: Luz Picillya

Blurb

Cinta dalam diam.

Dua kata yang Dilan pilih untuk menggambarkan perasaannya ke Alara selama bertahun-tahun.

Dia tak pernah berani mengungkapkannya. Karena bagi Dilan, kehilangan Alara sebagai sahabat jauh lebih menakutkan daripada memendam cinta sendirian. Dia pelan-pelan belajar cara untuk mencintai dalam diam. Menjadi pendengar terbaik tiap Alara cerita soal Rafael dengan mata berbinar, menjadi bahu terkuat tiap Alara pulang dengan hati hancur karena sikap dingin cowok itu, dan menjadi orang pertama yang maju dan paling marah, saat puisi rahasia Alara dicuri Tania lalu dibacakan dan ditertawakan teman sekelas.

Dilan sudah terbiasa jadi bayangan. Terbiasa mengalah, terbiasa mundur dan memberi ruang saat Rafael terang-terangan menunjukkan sikap kurang nyaman dan ketidaksukaannya dengan keberadaan Dilan di antara mereka. Dilan pikir, selama Alara bahagia, diamnya akan terbayar lunas.

Tapi ternyata, cinta yang dipendam terlalu lama itu seperti api dalam sekam. Tak terlihat, tapi terus membakar dari dalam. Apalagi ketika orang yang dia jaga mati-matian mulai menyadari siapa yang sebenarnya tak pernah pergi, bahkan di saat kondisi terburuknya.

Seberapa lama lagi Dilan bisa bertahan jadi "sahabat"?
Dan kalau suatu hari Alara akhirnya menoleh ke belakang, apakah Dilan masih punya sisa keberanian untuk bicara, atau dia akan memilih diam selamanya?

Lihat selengkapnya