Merajut Senja

Luz Picillya
Chapter #1

Puisi Cinta Alara

Kau adalah pendar kehidupan yang selalu menerangi hidupku. Meskipun kau tak menyadari keberadaan ku tapi aku selalu merasa memiliki arti hidup setiap melihat senyum manismu. Setiap malam aku selalu terlelap sambil mendekap sisa bayangan wajahmu yang manis dan menenangkan, dan akan terbangun hanya untuk melihat senyum mu kembali. Sinar ku bisakah kau lihat aku disini? Ada aku yang selalu menginginkan peluk hangat mu

" Uuuuuuggghhh.. romantis banget sih ini puisi.. puisi orang yang lagi kasmaran sedikit liar gak seeh.." Tania mengejek kertas yang baru saja dibacanya sambil tertawa puas. Kelas yang tadinya hening seketika menjadi heboh setelah Tania membaca puisi itu didepan kelas

" Cintanya ngeri...! Ada liar liar nya!" Tambah Vanya membuat anak anak yang lain ikutan mengejek

Alara menahan air matanya, langsung berlari menyerobot kertas yang ada ditangan Tania. Tapi gadis itu lebih gercep melemparnya ke arah Lulu membuat Alara harus berlari mengejar Lulu

" Balikin kertas gue!" Pinta Alara sambil menahan malu

Kertas puisi itu milik Alara. Sebuah puisi yang ditulisnya sebagai ungkapan cintanya ke Rafael, teman sekelasnya yang membuatnya jatuh cinta sejak awal pertemuan. Alara memang se cinta itu membuatnya kadang menulis istilah yang terlalu frontal untuk ukuran anak baru mau gede

" Al lu ngeri banget sih! Pikiran lu kek bocah udah kebelet kawen!" Ejek Marko sambil menatap sinis Alara

" Balikin! Kenapa sih kalian gak sopan banget ngambil milik gue!" Alara tak memperdulikan olokan teman teman dikelasnya, dia lebih milih menyelamatkan puisi itu, karena itu bagian dari harga dirinya

" Diiiihh ngambil! Orang Tania nemu dibawah meja!" Balas Lulu sambil terus berlari dan Alara mengejarnya

" Tapi gak seharusnya kalian baca didepan kelas gitu!" Protes Alara sambil berusaha merebut kertas ditangan Lulu

Namun sayang, Rafael yang sudah muak dan ilfeel langsung berdiri dan mengambil kertas itu, di remasnya sampai kumal dan di buang begitu saja ke luar jendela kelas

Langlah Alara terhenti. Dia diam menatap Rafael dengan sedikit senyuman di bibirnya. Alara merasa sikap Rafael barusan adalah sikap gantle dia menolong Alara. Lulu juga diam, nyalinya sedikit ciut takut Rafael membela Alara dan memarahinya

Tapi sikap Rafael diluar dugaan! Setelah melempar kertas itu sembarangan, dia berbalik menatap Alara dengan tatapan marah, kesal. Alara yang tadinya tersenyum merasa di lindungi menjadi kikuk dan salah tingkah

" Lu bikin gue ilfeel!!"

Satu ucapan! Tapi seperti belati tajam yang menyayat hati Alara. Gadis itu diam beku dengan kelopak mata berkedip cepat menahan air mata

Kelas yang hening sekejap langsung balik riuh lagi dengan tawa lepas anak anak yang mendengar makian Rafael ke Alara. Semua anak menertawakan nasib Alara, puisi cinta nya ternyata ditolak mentah mentah oleh sinar nya

Lihat selengkapnya