Merajut Senja

Luz Picillya
Chapter #2

Rumah bukan tempat pulang

Sampai didepan gerbang rumah Alara, Alara dan Dilan mendengar suara ribut dari dalam rumah Alara. Akhir akhir ini memang mama dan papa sambung Alara suka bertengkar semenjak usaha papa Andre mengalami kegagalan dan kondisi keuangan mereka mulai tak stabil

Alara berdiri kaku sambil mengepal tangan, dia sedang berusaha siap menghadapi pertikaian yang membuat isi kepalanya bising dan tak nyaman. Dilan turun dari vespa antik miliknya, menghampiri Alara penuh perhatian

" Kalau lu masih ngerasa gak nyaman jangan masuk dulu, gue ajak lu muter muter sekali lagi gimana?" Tawar Dilan perhatian. Sebenarnya mereka udah muter keliling jalanan random tiga kali sejak Dilan mengantar Alara pulang tadi. Dia sengaja membawa Alara keliling gak jelas karena suara teriakan pertengkaran didalam rumah Alara yang membuat gadis itu tak nyaman

Tapi ternyata setelah berkeliling tiga kali, pertengkaran itu belum juga selesai, malah terdengar makin keras dan saling teriak. Ada suara gaduh seperti barang barang rumah yang dilempar dan dibanting ke sembarang arah

" Gak papa! Mau keliling kemana lagi kita, udah tiga kali juga muter! Pertengkaran mama sama om Andre gak bakalan kelar secepet itu, entah sampai kapan nanti mereka selesai saling memaki dan mengumpat" balas Alara pesimis. Karena memang akan selalu seperti itu, bahkan pernah sampai malam dan berlanjut pagi nya lagi. Mereka mengulang pertengkaran didepan Alara dan Keynan adik Alara

" Gausah khawatir Di, lu balik aja! Gue bisa tutup telinga gue pakai earphone biar gak denger suara mereka lagi. Nanti gue puter playlist lagu lagu baru deh" Alara meyakinkan Dilan dengan senyum hangat

Dilan tak ingin membuat Alara kelihatan makin menyedihkan, dia memilih mengikuti perintah Alara untuk segera pulang

" Oke gue balik, kalau lu butuh apa apa, gue standby ya"

" Iya, kek biasanya kan? Gue emang selalu butuh lu"

" Dengan senang hati kok. Yaudah bye..." Dilan menstater kembali vespa antiknya lalu segera pergi dari depan rumah Alara. Alara langsung pasang earphone dan masuk kedalam rumah melewati kedua orang tuanya yang masih terus berdebat

Alara masuk ke kamar, mengunci pintu dan meringkuk kecil. Menutupi tubuhnya dengan selimut sambil mendengarkan lagu lagu sendu sampai dia terlelap dan tertidur pulas

*

*

*

" Kalau kamu selalu gagal dan gagal, gimana nasib masa depan Keynan Andre! Dia masih kecil, dia masih butuh banyak kebutuhan untuk masa depan nya!"

Lihat selengkapnya