Merajut Senja

Luz Picillya
Chapter #3

Mading

" Ini cewek yang bikin puisi menggelikan itu!" Beberapa siswi yang lagi berdiri disekitar koridor sekolahan menatap Alara dengan sinis

" Ngeri banget yah, padahal kelihatan nya cewek baik baik lhoh"

" Mukanya sih polos ya tapi ternyata isi otaknya mesum!"

Alara melirik sekilas cewek cewek yang sedang mencibirnya dengan tatapan sinis merendahkan. Mereka yang gak tau apa apa, main claim seenaknya setelah mendengar cerita satu pihak

" Masih punya muka dia ketemu Rafael? Kalau gue jadi Rafa sih udah ilfeel ya"

" Jijik gak seeh ketempelan cewek modelan kek gitu! Ngeri!!"

Alara menutup telinganya, dia malas membalas mereka. Bukan karena takut, tapi energinya akan habis jika harus mendebat mereka satu persatu untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi

" Eh diem ya lu semua!" Dilan yang sudah sejak tadi menahan sabar, langsung menghardik bocah bocah mulut lemes dengan garang. Dilan akan selalu menjadi garda terdepan setiap Alara dalam masalah

" Lu semua itu cuman orang orang yang suka nelen berita mentah mentah! Kalian gak tau kenyataan sebenarnya seperti apa tapi udah main ngehina orang lain seenak jidat! Kalian pikir kalian gak punya aib juga?!"

" Tapi kita cewek cewek punya harga diri ya! Mana mau kita menghayalin cowok sambil mikir ngeres! Ciiihhh.." sahut salah satu cewek yang paling judes dan mulut pedas

" Ngehayalin apa! Lu semua kena makan firnah!" Tegas Dilan meluruskan

" Fitnah? Jadi tulisan Alara di mading itu fitnah? Siapa yang mau ngefitnah dia kalau bukan dia sendiri yang sengaja ngasih tau ke semua orang gimana cara dia memandang Rafael!"

Mading!

Rafael dan Alara langsung berlari kearah mading. Disana kertas kumal berisi tulisan puisi Alara terpampang dengan sangat jelas, menjadi icon menarik yang sudah dibaca banyak anak pagi ini

Alara langsung mengambil paksa, merobeknya hingga tak berbentuk lagi, langsung di buangnya ke tempat sampah dengan marah. Dia marah karena tulisan itu sudah membuat semua orang memgecap buruk tentang dan perasaan tulus yang dia punya untuk Rafael

Alara mengusap air matanya, dadanya bergemuruh marah. Entah siapa lagi yang masih mau mempermalukannya seperti ini. Bahkan sekarang dia gak bisa lagi mencegah teman teman nya yang mungkin akan terus mencibirnya karena hal ini

Lihat selengkapnya