Kebetulan yang menguntungkan! Begitu kira kira yang Dilan temui kali ini. Kenapa? Karena tepat saat Dilan berjalan kearah perpustakaan, dia melihat Tania dan kedua teman nya sedang menyusun rencana untuk mencuri lembar soal ujian akhir semester. Trio Lampir itu menyusun rencana di gudang yang ada diantara lorong menuju perpustakaan. Tanpa membuang kesempatan emas ini, langsung direkam nya percakapan tiga bocah itu
"Om lu kan staff sekolah Van, jadi bisalah lu ambil sample kunci nya terus lu cetak di sabun batangan biar bisa kita bikin di tukang kunci"
"Terus lu Lu, lu bagian manjat pagar sekolah dan ngambil soal ujian itu! Sisanya biar gue yang urus"
Tania memerintahkan dua teman nya untuk melakukan tugas mereka masing masing
"Soal cctv? Gue gak tau dimana aja letak cctv sekolah Tan" Lulu mengantisipasi wajahnya kedeteksi cctv sekolah, perbuatan satu ini bisa membuatnya kena sanksi berat dan kemungkinan terparah dikeluarkan dari sekolah
Gimana tidak? Mereka melakukan kecurangan dan pencurian! Meskipun yang mereka curi adalah soal ujian yang belum seharusnya diketahui para murid
"Lu bego ya! Kan gue udah bilang sisanya gue yang urus!" Bentak Tania merasa kesal karena Lulu masih meragukan nya
" Gue bakalan minta bantuan bang Eiril buat hack cctv sekolah selama lu bergerak! Tugas lu cuman satu, lu harus berhasil ngambil soal soal ujian itu biar bisa kita cari kunci jawaban nya!"
"Lu berdua gak mau kan dapat nilai jelek? Gimana nasib kita di kenaikan semester ini kalau sampai nilai nya jelek lagi! Kalian bayangin gak apa yang bakalan kita dapatkan dari orang tua kita kalau sampai itu terjadi? Sedangkan sekarang kita lagi gak bisa ngandelin si Alara buat ngasih jawaban nya ke kita"
" Dan juga kalau kita bergantung ke Alara terus, apa dia gak makin besar kepala dan merasa paling hebat! Gue udah muak ya ngliat Rafael muji muji kepinteran dia terus"
Tania meracuni pikiran kedua teman nya. Tiga bocah itu sebenarnya punya nasib yang sama. Orang tua mereka selalu menuntut dan bahkan memaksakan anak anaknya untuk mendapatkan nilai yang paling terbaik diantara teman yang lain. Apalagi orang tua Vanya, ayah nya yang seorang pengacara sangat menekankan dan mengharuskan Vanya sehebat kakak kakaknya
Sedangkan setiap anak memiliki kemampuan dan kecerdasan yang berbeda. Vanya yang memang sedikit lebih lambat pemahaman sejak kecil, merasa tertekan dan stres! Ditambah dia berteman dengan Tania dan Lulu yang memang malas belajar. Sehingga nilai Vanya semakin jauh merosot bahkan terakhir mendapat nilai C
" Nggak! Gue gak mau lagi dikurung di kamar semalaman cuman buat dipaksa belajar! Sekarang gue mau tunjukin ke papa kalau gue juga bisa dapat nilai bagus" Vanya ke trigger, dia gak mungkin siap kalau harus menjalani hukuman dari ayahnya lagi
"Nahh kan! Kita sadarkan apa yang harus kita butuhin? Makanya kita harus bergerak cepet mumpung ujian masih satu mingguan lagi! Gue bisa ngasih lembar soal kita ke orang yang emang cerdas soal pemahaman pelajaran" Tania menaikkan satu alisnya mengajak Vanya dan Lulu bertekad lebih kuat lagi. Kesempatan emas ini jangan sampai dilewatkan! Begitu kira kira hasutan yang Tania tanamkan ke pikiran dua teman nya
Dilan tersenyum puas, senyum licik penuh kemenangan
" Kena lu berdua! Pembalasan dari gue ini bakalan lebih epik dan memggemparkan!" Dilan segera pergi sebelum trio lampir itu menyadari keberadaan nya. Tak lupa Dilan menambahkan sedikit video yang memperlihatkan wajahnya dan menjelaskan kalau trio lampir itu lagi menyusun rencana kecurangan di gudang sekolah
Kenapa harus ada wajah Dilan diakhir? Supaya trio lampir itu tidak bisa mengelak dan menuduh Alara yang cepu. Semua orang lebih baik harus tau kalau itu perbuatan Dilan