MERANTAU

hendri putra
Chapter #8

Episode 8 : Si Cantik Nan Galak

Madan turun setelah diperingatkan oleh Anandita untuk hadir dalam pertemuan antara keluarga babe Sapar dengan calon besannya yang akan segera datang ke tempat itu.

Mereka berempat berjalan menuju pintu masuk restoran di mana di situ Ray dan juga Sarah sudah menunggu mereka dari tadi.

Sarah,putri satu-satunya babe Sapar dan mpok Leha sangat takjub dan tak henti-hentinya memuji dan menggoda kedua orang tua itu karena penampilan mereka yang tampak sangat berbeda.

"Mau kemana mang? Mau kondangan ya?" goda gadis itu kepada ayahnya sambil cekikikan.

"Ah, lu kagak bisa liat babenya ganteng dikit napa?" kata babe Sapar.

"Wah, itu bukan ganteng dikit be, tapi ganteng banyak!" puji Ray sambil tertawa.

"Lu gak tau aja, mak lu nih! Si Leha, kalau gua kagak ganteng, mana mau dia sama gua." kata babe Sapar penuh percaya diri.

Mereka berhenti berbicara saat iring-iringan mobil itu datang. Mobil itu dikawal oleh mobil polisi ternyata. Dan yang membuat Madan sedikit terkejut adalah ternyata polisi yang mengawal mobil itu adalah kapten Burhan.

"Kapten Burhan, permainan apa lagi ini?" gumam Madan yang terdengar oleh Anandita.

"Kau bicara apa tadi?" tanya si gadis sambil menoleh ke arah Madan.

"Tidak, aku tidak bicara apa-apa." jawab Madan sambil mengalihkan pandangannya.

Ray dan Sarah lalu menghampiri sepasang suami istri yang baru saja turun dari dalam mobil. Madan, Anandita, Babe Sapar dan juga Mpok Leha mengikuti mereka dari belakang menyambut tamu yang datang.

"Pa, ma, kenalkan ini babe Sapar, ayahnya Sarah. Ini mak Leha, ibunya Sarah. Yang ini kak Anandita dan lelaki di sebelah kak Anandita itu bang Ramadhan." kata Ray memperkenalkan keluarga besar Sarah kepada kedua orang tuanya.

Sepasang suami istri itu pun menyalami semua orang-orang yang sudah di perkenalkan tadi orleh Ray, putra mereka satu-satunya.

Sambil bersalaman tak lupa sepasang suami istri itu memperkenalkan diri mereka juga.

Papa Ray bernama, Barata dan ibunya bernama Retno. Mereka sedikit berbincang-bincang di sana sambil bercengkrama sesaat sebelum Anandita mempersilahkan mereka masuk dan menuntun orang-orang itu ke dalam sebuah ruangan khusus VIP di dalam restoran itu.

Sebelumnya Ray juga menjelaskan bahwa ayahnya adalah seorang Jendral Polisi dan baru beberapa hari ini pindah tugas dan menjadi kepala Polisi di daerah itu, atau menjadi atasan Burhan yang baru. Jadi Madan pun akhirnya paham kenapa Burhan ikut dan berada bersama rombongan itu.

"O..iya, sampai lupa! Perkenalkan ini namanya Burhan, ajudan saya." kata Jendral Barata memperkenalkan Burhan.

Kecuali Madan yang sudah kenal, baik babe Sapar, mpok Leha maupun Anandita jelas belum kenal dan mereka pun berjabat tangan dan saling memperkenalkan diri masing-masing.

"Ah, kapten Burhan! Apa kabar? apa semuanya berjalan lancar?" tanya Madan saat kapten Burhan ingin menyalami Madan.

"Lho! Ternyata kalian sudah saling kenal?" tanya Barata sedikit terkejut.

"Sangat kenal pak!" jawab Madan dengan lugas.

Mereka masuk ke dalam ruangan VIP itu, ruangan yang cukup luas dengan meja yang memanjang dan sepuluh buah kursi yang saling berhadapan.

Pertemuan itu adalah pertemuan pertama antara keluarga Sarah dan keluarga Ray, kekasihnya. Mereka saling berbincang asik dan kadang diselingi oleh suara tawa. Pertemuan pertama yang penuh dengan kehangatan.

*****

Gadis cantik berambut pendek itu sangat senang sekali hari itu. Wajahnya berseri-seri dan penuh senyuman. Madan yang hanya duduk di balik meja kerjanya cuma geleng-geleng kepala melihat tingkah si gadis alias, Anandita.

Lihat selengkapnya