Siang itu di ruangan kantor tempat Madan biasa berada, dia sedang berbincang dengan Jek maupun Jon soal kejadian semalam yang tidak mengenakan.
"Aku yakin pasti ada yang menghasut si Kalit itu sehingga dia bisa sangat lancang terhadapmu, bosnya!" ujar Jek tak habis pikir.
"Dia hanya salah paham saja denganku tidak lebih dari itu." balas Madan seolah membela Kalit.
"Apa kau bilang? Salah paham? salah paham tentang apa?" tanya Jek kesal.
"Ya, soal pekerjaan dia di pelabuhan dan dermaga tiga maupun dermaga lima yang menjadi daerah kekuasaan dia."
"Tapi sebelumnya dia tidak pernah bersikap seperti tadi malam itu! Aku yakin! Aku yakin sekali!"
"Yakin sekali tentang apa?" potong Madan.
"Aku yakin sekali kalau si Daniel itu yang menghasut dan memanas-manasi Kalit sehingga dia bisa seberani itu." ujar Jek.
"Sudahlah senior Jek, tidak baik berburuk sangka seperti itu, tidak baik. Apa lagi kita adalah keluarga besar." Madan menenangkan Jek yang sedari tadi tampak begitu kesal.
"Kau! Kau terus saja membela mereka-mereka yang membangkang dan ingin mencelakaimu!" seru Jek dengan nada sedikit meninggi.
"Aku tahu apa yang kau pikirkan dan aku juga mengerti dengan apa yang kau cemaskan, tapi aku masih ingin melihat dan mengamati lalu mempelajari ini terlebih dahulu agar aku tahu yang mana kawan dan yang mana lawan. Walaupun aku adalah pemimpin dan bos kalian tidak mungkin aku bersikap semena-mena dan babat habis semua yang membangkang apa lagi melihat sikap Kalit seperti semalam. Bersabarlah dulu senior Jek, semua akan ada waktunya dan aku akan singkirkan siapa pun yang berkhianat kepadaku termasuk dirimu sekali pun." terang Madan panjang lebar.
"Kau menuduhku juga?" tanya Jek sambil melotot.
Madan hanya tertawa menbawab pertanyaan Jek tersebut,
"Apakah loyalitasmu terhadap Falco perlu dipertanyakan lagi? aku rasa tidak!"
Mereka terus berbincang dan berdebat banyak hal sampai pada akhirnya salah seorang anak buah mereka datang dan masuk ke dalam ruangan itu.
"Ada apa?" tanya Jek.
"Begini bang Jek, ada orang di luar katanya dia mencari nona Anandita." jawab anak buahnya itu.
"Gadis galak itu? Kenapa kau tidak membawa orang itu ke ruangan dia saja?" tanya Jek.
"Nona Anandita tidak ada di ruangannya bang." jawab anak buah itu lagi.
"Baiklah, suruh orang itu masuk!" perintah Jek.
Anak buah itu mengangguk dan pergi keluar dan sebentar dia kembali lagi dengan membawa seseorang masuk ke dalam ruang kerja Madan.
Madan, Jek serta Jon sedikit terpana memperhatikan orang yang baru saja di bawa masuk oleh anak buahnya tadi.
"Kau boleh kembali ke tempatmu!" perintah Jek kepada anak buahnya.