MERANTAU

hendri putra
Chapter #27

Episode 27 : Tewasnya Dua Sahabat

Ucup sangat terpukul dan sangat merasakan kesedihan teramat mendalam. Di bawah guyuran hujan yang begitu deras, dia masih mendekap erat jenazah Omat, sahabatnya. Air matanya terus mengalir deras, sederas curah hujan yang turun membasahi bumi. Satu ketika dia meraung keras dan memeluk begitu erat tubuh sang sahabat yang sudah tak lagi bernyawa itu.

Cukup lama Ucup berada di sana dan terus menangis. Dia berteriak sekeras-kerasnya untuk meluapkan semua yang ada di dalam dadanya.

"A_aku tidak bisa seperti ini terus, aku harus segera membawa jenazah Omat ke tempat babe Sapar meminta pertolongan dan mengurus jenazah Omat secepatnya" kata Ucup di dalam hati saat dirinya mulai merasa sedikit tenang.

Ucup kemudian mengangkat dan menggendong tubuh Omat di punggungnya.

Dia tak mempedulikan darah yang mengalir dari tubuh Omat yang terluka mengenai badannya.

Dengan langkah gontai, karena tubuh Omat sedikit lebih besar dan lebih berat dari Ucup, dia berjalan meninggalkan tempat itu.

Hujan yang turun semakin deras membuat jalanan di sana menjadi sedikit lebih sepi dan tak ada orang-orang yang dia temui di jalanan. Banyak mobil-mobil yang melintas, tapi tak ada satu pun mobil yang berhenti dan berempati terhadap mereka.

Sesekali air matanya kembali mengalir karena teringat masa-masa saat mereka tumbuh besar bersama-sama. Bagi kedua sahabat itu tentu saja banyak kenangan yang tak mungkin mudah untuk di lupakan begitu saja.

Sebuah mobil Pick Up berwarna hitam melintas di samping mereka. Awalnya mobil itu hanya lewat saja, namun setelah agak begitu jauh, mobil itu berhenti dan memutar arah untuk menghampiri mereka.

Mobil pick up itu berhenti lima meter dari tempat Ucup, Ucup yang tidak mempedulikan mobil tersebut tetap berjalan begitu saja.

Sampai pada akhirnya orang-orang yang di atas mobil tadi turun dan menghadang Ucup.

Ucup yang sedari tadi menunduk pun akhirnya mengangkat kepalanya dan melihat orang-orang yang menghadang langkahnya.

Dari dalam mobil pick up itu keluar seseorang.

"Tongki" desis Ucup pelan.

"Sebagai kawan yang baik, harusnya lu temani kawan lu juga dong ke Neraka, kalau lu gak punya tiketnya, gua dan anak-anak buah gua bakal kasih buat lu dan itu gratis" ujar Tongki.

Ucup memperhatikan anak buah Tongki yang saat itu berjumlah lima orang dan masing-masing memegang golok di tangan mereka.

"Banyak omong lu Tongki, kalau lu berani, duel satu lawan satu dengan gua..!!" tantang Ucup sambil menurunkan tubuh Omat dari gendongannya.

Tantangan Ucup itu hanya di jawab dengan suara tawa oleh Tongki.

"Kenapa lu tertawa? lu takut sama gua?" tanya Ucup sambil mengejek.

"Gua takut sama kunyuk macam lu? mimpi..!!" Tongki balas mengejek.

Tongki kemudian mengeluarkan dua buah belati kecil dari balik pakaiannya.

"Biar adil, kau pakailah salah satu senjata milik anak buahku" lalu dia memerintahkan salah satu anak buahnya untuk memberikan senjata mereka kepada Ucup.

Lihat selengkapnya