MERANTAU

hendri putra
Chapter #30

Episode 30 : Dendam Yang Salah Alamat

Jon masih duduk terdiam dan terpaku menatap kedua makam tersebut.

"Gua tidak akan tinggal diam dan tidak akan terus-terusan sedih seperti ini, gua berjanji akan membalaskan dendam untuk kalian, tenanglah kalian di sana" gumam Jon sambil berdiri dari duduknya.

Dia sempat berdiri diam sejenak dan menatap kedua makam itu bergantian sebelum memutuskan untuk pergi.

Jon berjalan tergesa-gesa tapi dia tidak menuju ke kedai babe Sapar seperti yang di pesankan oleh Madan tadi. Dia berjalan menuju markasnya dimana di tempat itu dulu dia biasa berkumpul dengan teman-teman dan anak buahnya.

Matanya tajam menatap ke arah dinding dimana ada sebuah golok yang tergantung di sana. Jon segera mengambil golok tersebut dan kembali berjalan keluar dari markasnya tadi.

Jon meminjam motor salah seorang anak buahnya dan langsung tancap gas pergi dari sana.

Melihat Jon seperti hendak ingin berkelahi karena tampak membawa golok, anak buahnya segera berlari ke arah kedai babe Sapar dan melaporkan apa yang telah dia saksikan kepada Madan.

Jon memacu motornya dan menuju ke arah terminal kota. Dia begitu yakin bahwa Rustam Kabir lah orang yang berada di balik tewasnya Ucup dan Omat.

Dengan menenteng golok di tangan, Jon berjalan masuk ke dalam markas Rustam Kabir sambil berteriak-teriak.

"Hai...manusia bermuka setengah bibir, keluar lu, hadapin gua nih, Jon yang menantang lu..!!" begitu suara Jon yang membuat Rustam Kabir yang sedang bersantai menjadi terkejut.

"Orang gila dari mana lagi ini?" gumam Rustam Kabir saat berdiri dari duduknya dan menatap tajam ke arah Jon yang sedang berdiri menantang.

"Heh...!! lu kenapa bangsat? teriak-teriak kayak orang kesurupan di tempat gua?!" bentak Rustam Kabir.

"Lu gak usah pura-pura gak tahu, gak usah pura-pura berlagak bodoh dan gak usah sok-sok an pilon!!" seru Jon.

"Lu ngomong apaan? lu sedang kehabisan obat atau lagi mabok kecubung?" tanya Rustam Kabir.

"Lu udah membunuh dua orang kawan gua, sekarang gua mau bikin perhitungan dan menuntut balas atas kematian mereka berdua..!!" terang Jon.

Rustam Kabir malah garuk-garuk kepala dan tidak mengerti sama sekali yang sedang di bicarakan oleh Jon.

"Heh...tunggu dulu..!!, lu bukannya salah seorang anak buah dari bocah yang sekarang menjadi pimpinan kelompok Falco itu bukan?" tanya Rustam Kabir memastikan.

"Betul, nama gua Jon, dan apa pun yang gua lakukan hari ini tidak ada sama sekali hubungannya dengan Madan, ini adalah urusan antara lu dan gua saja" ujar Jon sambil mengacungkan goloknya ke arah Rustam Kabir.

"Gua gak pernah merasa punya urusan dengan lu, gua memang udah banyak membunuh orang, tapi sudah beberapa bulan ini gua gak melakukan itu lagi" Rustam Kabir menyombongkan diri.

"Gak usah banyak bacot lu monyet..!! dua orang kawan gua ditemukan tewas di sekitar tempat ini kemarin, lu mau menghindar dan berkilah apa lagi?" tuduh Jon.

Lihat selengkapnya