Seperti biasanya setiap sore, Johan selalu menemani istrinya, Marini, untuk berjalan-jalan di taman rumah mereka yang sangat luas.
Johan berjalan sambil mendorong kursi roda di mana sang istri duduk di sana.
Mereka berhenti di dekat sebuah kolam, dan melempar makanan ikan itu ke dalam kolam.
"Aku sudah lama tidak ke Paradise itu, maukah kau menemani ku pergi ke sana?" pinta sang istri di sela-sela mereka memberi makanan ikan.
"Aduh, kenapa harus kesana? Kita ke tempat lain saja, bagaimana?" bujuk Johan.
"Kalau disana lebih cocok dan enak, kenapa kita harus pergi ke tempat yang lain?" tanya istri Johan Mawar yang membuat Johan Mawar menjadi sedikit salah tingkah untuk menjawab.
"Atau kau masih marah sama pemuda yang bernama Madan itu? Dia pemuda yang baik dan sopan, kenapa harus kau musuhi juga?" sambung sang istri.
"Aduh, bagaimana aku harus menjelaskannya kepadamu ya," jawab Johan Mawar sambil menggaruk kepalanya yang botak.
"Kau tidak perlu menjelaskan apapun kepadaku sayang, aku memang tidak ingin ikut campur dengan urusan mu dengan pemuda itu. Tapi, yang mempunyai masalah dengan mu itu kan si Hansen, bukan pemuda itu," kata Marini sambil melempar makanan ikan ke dalam kolam.
"Tapi dia yang meneruskan usaha milik si Hansen itu! Walau bagaimana pun, yang namanya hutang, ya harus tetap di bayar! Bukankah begitu," balas Johan tidak mau kalah.
"Pemuda yang malang, dia harus menanggung apa yang tidak dia perbuat dan tidak dia ketahui sama sekali," kata Marini sambil geleng-geleng kepala.
"Kenapa kau jadi membela dia? Kenapa kau tidak membela suami mu ini?" tanya Johan Mawar heran dan tak habis pikir.
Walaupun Johan Mawar adalah seorang yang keras dan jahat, namun dia adalah seorang pria yang sangat menyayangi istrinya.
Dia seorang pria yang setia dan tidak pernah berselingkuh maupun berbuat macam-macam dengan wanita lain, padahal semua itu bisa saja dia lakukan di belakang istrinya.
Salah seorang penjaga rumahnya berjalan menuju ke arah sepasang suami istri yang sedang asyik berbincang di samping kolam ikan itu.
Di belakang penjaga rumah itu berjalan seseoang yang mengikuti dia dari belakang.
"Bos! Ada yang ingin bertemu," tegur penjaga rumah itu saat sudah sampai di dekat Johan Mawar dan istrinya berada.
Johan Mawar memperhatikan tamu itu, kemudian dia menyuruh penjaga rumahnya itu untuk pergi dan meninggalkan tamunya itu bersama mereka.
"Kau siapa gadis cantik?" tanya Johan Mawar saat melihat tamunya itu adalah seorang gadis cantik.
"Namaku Anandita," jawab Anandita memperkenalkan diri dan menyalami sepasang suami istri itu.
"Apa suamiku ini telah berbuat sesuatu kepadamu?" tanya istri Johan Mawar sambil meremas lengan suaminya itu.
Diremas kuat-kuat seperti itu, membuat Johan Mawar berteriak dan meringis kesakitan.