Mereka Bilang Dia Tetap Ayah Kami

A. F. Ferdians
Chapter #8

Nama Baik Perusahaan

Pagi itu Rina melangkah ke ruang rapat dengan langkah yang agak ragu. Undangan meeting yang mendadak membuatnya bertanya-tanya, terlebih biasanya pertemuan seperti ini hanya melibatkan level manajerial, bukan dirinya yang masih supervisor.

Begitu pintu ruangan terbuka, udara dingin dari pendingin ruangan langsung menyergap, bercampur dengan suasana kaku yang menyelimuti meja panjang berlapis kaca itu.

Di ujung meja, duduk Ibu Arlina, ekspresinya tampak serius. Di sampingnya sudah ada Pak Tio, sang Direktur yang memiliki tubuh tegap tapi kini wajahnya tampak berat. Lalu Pak Daniel, Kepala Marketing yang duduk dengan tangan bersedekap, menatap layar laptop di depannya tanpa banyak gerakan.

Rina menelan ludah. Suasana terasa tegang, dan wajah orang-orang di ruangan itu tampak muram, seolah ada kabar besar yang tidak menyenangkan menunggu untuk disampaikan. Ia lalu duduk di salah satu kursi setelah dipersilakan oleh Ibu Arlina.

Pak Daniel lalu menoleh ke arah layar proyektor yang sudah menyala. Dengan suara berat, ia berkata pelan. “Coba lihat ini,” layar menampilkan deretan komentar di halaman Google Review kantor pemasaran mereka. Hampir semuanya berbintang satu. Kalimat-kalimat tajam terpampang jelas:

“Perusahaan ini mempekerjakan anak durhaka.”

“Gimana mau percaya sama brand yang punya karyawan kayak gini?”

“Keluarkan Rina atau kami boikot mobil listrik kalian!”

Rina merasakan wajahnya memanas. Jantungnya berdegup kencang saat menyadari namanya terpampang jelas di beberapa komentar.

Lihat selengkapnya