Mereka Bilang Dia Tetap Ayah Kami

A. F. Ferdians
Chapter #19

Intrik Antar Konten Kreator

Tatapan Galang tampak serius di depan kamera. Sore itu ia duduk di pojok kamar kosnya, hanya diterangi ring light kecil dan tripod seadanya. Suaranya terdengar tenang, tapi tiap jeda menyimpan getaran yang tak bisa disembunyikan. Di balik layar, Galang tahu video ini bukan sekadar klarifikasi untuk publik, tapi bisa jadi sebagai penentu kariernya sebagai konten kreator.

“Aku tahu banyak dari kalian yang udah nonton video kemarin yang bertanya-tanya,” ucap Galang pelan. “Kenapa aku diem aja? Kenapa aku cuma ngeliat waktu semuanya ribut?” Ia menarik napas, matanya menatap langsung ke lensa, seolah berbicara ke ribuan pasang mata. “Aku cuma mau jelasin satu hal. Keputusan Kak Lastri untuk tidak menerima permintaan maaf dari Bapak, itu di luar kapasitasku. Aku sebagai adik tidak punya hak buat maksa kakakku sendiri.” Ia terdiam sejenak, lalu melanjutkan. “Dan sebagai anak bungsu, jujur aja aku cuma bisa jadi penonton. Bahkan kalau pun aku ingin semua ini selesai, aku tahu tidak semua luka bisa disembuhkan secara cepat hanya karena minta maaf.” ucapnya sambil mengakhiri rekaman.

Sagara yang duduk tidak jauh dari Galang memperhatikan temannya itu dengan wajah serius. “Lo bikin klarifikasi kayak gitu emangnya udah bilang ke kakak lo dulu?”

“Belum, sih.” jawab Galang singkat.

Sagara mengerutkan kening. “Kalau sampe lo posting, lo tahu kan, itu mungkin bakal nyudutin kakak lo sendiri?”

“Biarin aja, Gar,” Galang berkata sambil memalingkan wajah dari layar laptop. “Bukannya gue nggak mikirin, tapi Kak Lastri nggak terlalu main sosmed,” ujarnya sambil merapikan tripod di meja. “Lagian nanti orang-orang juga bakal lupa sendiri kalau ada isu yang baru lagi.” Ia menatap Sagara sebentar, lalu melanjutkan dengan nada lebih yakin. “Yang penting gue dulu nih. Gue kan nyari duitnya di sini.”

Setelah peristiwa kemarin di dinas sosial yang kembali viral, arus perbincangan di media sosial makin memanas. Namun kali ini narasi hujatan lebih banyak mengarah kepada Kak Lastri. Potongan video saat ia menarik Kak Rina menjauh dari Bapak, serta ekspresinya yang terlihat penuh emosi, menjadi bahan editan berbagai akun gosip.

Drama keluarga mereka kini sudah menjadi konsumsi publik. Netizen membaginya menjadi dua kubu yang semakin sengit.

Di satu sisi banyak yang mulai mendukung Kak Rina, sosok yang dianggap penuh belas kasih, dan berani melawan kakaknya sendiri demi menunjukkan bahwa seseorang bisa berubah.  Namun di sisi lain, masih banyak pula yang berdiri di pihak Kak Lastri. Bagi mereka yang membela, Kak Lastri adalah representasi dari luka masa lalu yang tidak bisa dipaksa sembuh hanya karena permintaan maaf. Banyak yang menilai bahwa penolakan Kak Lastri adalah bentuk ketegasan, bukan kebencian.

Lihat selengkapnya