Mereka Bilang Dia Tetap Ayah Kami

A. F. Ferdians
Chapter #20

Persiapan Pernikahan

Dua bulan setelah peristiwa di dinas sosial, isu keluarga mereka mulai jarang dibicarakan oleh netizen. Sorotan publik beralih ke gosip selebriti baru, dan akun-akun gosip pun sudah berhenti mengangkat nama mereka ke permukaan linimasa.

Galang kembali fokus pada kontennya, Rina sibuk dengan urusan pekerjaan dan persiapan pernikahannya, dan Lastri perlahan kembali menjalani hidup seperti biasa, meski tak semua luka benar-benar hilang.

Malam itu, suasana di rumah Lastri dan Mas Damar dipenuhi cahaya lampu gantung dan bunga segar yang disusun rapi di tiap sudut ruangan. Rina mengadakan pertunangannya dengan Jovan.

Di tengah hangatnya suasana keluarga, hadir Lastri dan Mas Damar sebagai tuan rumah. Galang duduk di sisi samping ruangan, sesekali bercanda ringan dengan beberapa sepupu dari keluarga Mas Damar. Hadir pula ibu mertua Lastri dan sejumlah keluarga Mas Damar yang lain.

Kedua orangtua Jovan datang dengan raut wajah ramah dan sikap anggun. Sang ibu mengenakan kebaya berwarna pastel yang tampak elegan, sementara ayah Jovan tampil rapi dengan batik bermotif klasik. Mereka datang bersama keluarga besar, membawa seserahan yang tersusun cantik dalam baki-baki perak dan anyaman bambu.

Suasana malam itu hangat. Penuh senyum dan tawa, seakan menjadi penanda dimulainya babak baru dalam hidup Rina, yang meskipun belum sempurna, tapi tetap layak untuk dirayakan.

Setelah acara tunangan berakhir, tamu-tamu mulai pulang satu per satu. Rina mengajak Lastri ke ruangan terpisah di ruang makan. Ruangan itu tenang, hanya terdengar samar suara dari dapur dan pelataran depan. Bersamanya, Rina membawa Jovan, serta kedua orangtua Jovan.

Rina duduk di sebelah Lastri, lalu membuka percakapan dengan hati-hati. Nada suaranya lembut. “Kak, ada yang mau aku omongin ke kamu. Tapi sebelumnya kamu jangan langsung nolak, ya. Tolong dipikirin dulu.”

Wajah Lastri perlahan menegang, ia hanya mengangguk pelan.

Rina menghela napas sebelum melanjutkan. “Aku mau minta izin buat tetep jadiin Bapak sebagai wali nikah nanti.”

Ruangan seketika sunyi.

Lihat selengkapnya