Rina sedang berada di kontrakannya. Jam menunjukkan pukul tujuh malam. Ia memutuskan tinggal di sana sementara sampai nanti pindah lagi setelah menikah. Seharusnya suasana kontrakan itu tenang, tapi malam ini terasa berbeda.
Di hadapannya, televisi menyala, menayangkan program hiburan yang belakangan ramai dibicarakan—podcast viral milik Kevin Dharmawan. Namun yang membuat Rina terperanjat kesal adalah sosok tamu yang duduk di kursi podcast itu. Bapaknya.
Wajah tua itu tampak tenang, berbicara dengan suara lirih dan nada memelas, menceritakan peristiwa beberapa hari lalu. Tentang dirinya yang sempat dibawa pulang oleh anak keduanya, lalu diusir oleh anak sulungnya. Kalimat-kalimat itu menampar telinga Rina.
Ia menggigit bibir bawahnya, kepalan tangannya mengejang di atas paha.
Lalu, dari arah dapur terdengar suara langkah kaki. Kak Lastri muncul sambil membawa bakul nasi di tangannya.
Tanpa berkata apa-apa, Rina segera meraih remote dan mematikan televisi. Layar pun gelap, menyisakan pantulan wajahnya sendiri di permukaan. “Kamu udah tahu, Kak? Bapak diundang ke podcast si Kevin Dharmawan itu,” ucapnya dengan nada kesal.
Kak Lastri yang baru saja meletakkan bakul nasi di meja, menggelengkan kepala. “Belum. Emangnya ada apa lagi?” tanyanya datar, sambil mulai menata sejumlah piring dan gelas di atas meja yang tidak begitu luas itu.
Rina mengangkat suaranya sedikit. “Ayu sialan itu ngajak Bapak ke podcast, buat ceritain waktu kita ngusir Bapak dari sini. Tapi mereka tuh nggak nyeritain alasan utamanya, cuma bilang diusir lagi aja.”
Kak Lastri menghentikan gerakannya sejenak, lalu menoleh. “Terus, viral lagi?”
“Iya, viral lagi,” jawab Rina dengan menghela napas panjang.
“Terus kerjaan kamu di kantor gimana?”