Sebuah kamera ponsel diam-diam merekam sosok pria tua yang berdiri kikuk di sisi luar gedung pernikahan. Pak Raka tampak mengenakan kemeja batik sederhana yang sedikit lusuh, berdiri sendirian dengan wajah murung. Sorot matanya penuh harap, namun juga lelah. Ia menatap ke arah pintu masuk gedung, seolah berharap ada satu wajah familiar yang akan menyambutnya.
Namun tidak ada. Langkah pria itu terhenti di meja pemeriksaan tamu. Petugas yang menjaga daftar undangan hanya menggeleng pelan saat Pak Raka menyebutkan namanya.
Dan di depan kamera ponsel seseorang, entah milik siapa, sosok pria tua itu terekam, berdiri di antara lalu-lalang para tamu yang lewat tanpa menyapanya, tak satu pun menoleh dua kali. Wajahnya mematung, sedih, dan sepi.
***
Footage Pak Raka yang berdiri dengan raut sedih di depan gedung pernikahan itu pun dengan cepat tersebar di media sosial. Dalam video berdurasi kurang dari dua puluh detik itu, terlihat jelas sorot matanya yang kosong, tubuh tuanya yang diam di tengah hiruk pikuk tamu undangan, dan langkahnya yang tak pernah benar-benar mendekat ke pintu masuk.
Di atas video itu, terpampang tulisan tebal dengan musik bernuansa sedih yang langsung menyita perhatian netizen: “Seorang bapak yang tidak bisa masuk ke pernikahan putrinya karena dulu menelantarkan anak-anaknya sewaktu kecil.”
Video itu viral hanya dalam hitungan jam. Dan seperti biasa, komentar demi komentar pun membanjiri. Sebagian bersimpati, sebagian menghakimi, sebagian lagi yang belum tahu hanya bertanya-tanya.
Sejumlah komentar netizen pun bermunculan di kolom unggahan video tersebut. Ada yang langsung mengenali wajah pria tua itu:
“Eh, ini Pak Raka yang sempet viral itu, kan? Yang ditelantarkan anak-anaknya terus diundang ke podcast Kevin Dharmawan?”