Mereka Semua Mati di Umur 55 Tahun

Pretty Angelia
Chapter #2

Bab 2

Sayap membuka pintu rumahnya secara kasar. Emosinya langsung luruh ketika mencium wangi rendang, makanan kesukaannya. Ia menutup pintu, kemudian menguncinya.

“Bun, aku pulang.”

“Yang ditunggu datang juga. Yuk, makan!” pekik Bunda dari dapur.

Sayap melewati ruang tamu. Langkahnya terhenti menonton siaran televisi mengenai pengunduran diri Presiden Suroso yang dilakukan secara langsung di Istana Merdeka. Sekarang syarat untuk menjadi presiden di Indonesia pun berubah. Mereka harus berusia maksimal 50 tahun.

Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Indonesia yang sejak tahun dua ribu dua puluh sudah melalui banyak rintangan. Namun, sekarang kita bisa melewatinya dengan baik. Saya juga mohon maaf sebesar-besarnya karena harus mengundurkan diri, padahal jabatan saya berakhir di tahun dua ribu dua puluh empat. Sudah banyak hal yang terjadi, pemerintah pun memutuskan mengambil keputusan berat demi menanggulangi kemiskinan besar-besaran yang menghantui negara ini.

Sayap memejamkan mata rapat-rapat. Ia masih tidak mengerti. Ia tidak ingin mendengarkan. Ia membutuhkan penjelasan kebijakan pemerintah yang baru dilakukan di awal tahun 2022 ini. Kebijakan yang membuatnya ingin minggat ke tempat yang jauh.

Agar penduduk usia produktif Indonesia dapat bekerja maksimal, pemerintah memutuskan merawat mereka yang berusia lima puluh lima tahun ke atas. Warga yang berumur lima puluh lima tahun akan tinggal di Kebun Surga yang menjadi tempat aman dan nyaman bagi mereka. Saya juga besok berumur lima puluh lima tahun, dan akan tinggal di Kebun Surga bersama masyarakat. Saya tidak ingin menyusahkan anak saya lebih jauh lagi.

Apa betul orang yang sudah memasuki umur 50 tahun ke atas menyusahkan anak-anaknya?

Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi peran orang tua di kehidupan anak. Anak sebaiknya patuh dan hormat pada orang tua. Kebanyakan orang Indonesia menganggap merawat orang tua sampai akhir hayat adalah sebuah kewajiban dan ladang mencari pahala. Mereka juga tidak keberatan bekerja sekaligus merawat orang tua, jadi tidak mengherankan panti jompo jumlahnya lebih sedikit dibandingkan negara lain. Anak yang menitipkan orang tua ke panti jompo bukan hal umum di sini.

Jadi, dari mana Presiden Suroso menilai bahwa orang tua menyusahkan anaknya sendiri sehingga harus dipisahkan dari rumahnya, dari keluarganya?

Ini adalah peraturan yang harus dituruti oleh semua lapisan masyarakat. Kalian akan mendapatkan dana bantuan senilai seratus juta rupiah dari kami. Pikirkanlah—

Sayap sudah muak mendengar penjelasan yang justru makin membuatnya pusing. Ia melangkah cepat ke ruang makan, dan tersentak melihat banyak hidangan yang tersedia di meja. “Bun, aku nggak sanggup habisin semuanya.”

Bunda tersenyum bahagia. “Nggak masalah. Makanannya masih bisa buat besok.” Ia meletakkan piring terakhir di meja.

Sayap duduk di bangku. Harusnya ia senang melihat hidangan sebanyak ini karena jarang-jarang Bunda melakukannya. Tanpa Bunda beri tahu pun, ia paham ini adalah salah satu bentuk salam perpisahan.

“Gimana latihan tadi?” Bunda penasaran dengan progres latihan Sayap. Ia yang pertama kali menemukan minat memanah anaknya. Waktu Sayap berumur tujuh tahun, mereka melewati lokasi latihan panahan terbuka. Sayap tertarik mengikutinya. Ia pun berinisiatif membawa Sayap ke tempat latihan itu. Sayap ternyata dapat berkembang baik. Ia yang dulu masih bekerja kantoran, sampai rela bekerja di dua tempat, fulltime dan freelance demi membantu Sayap mengejar cita-cita. Ia berharap Sayap bisa menjadi atlet panahan yang mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional.

Lihat selengkapnya