Lima belas tahun adalah waktu yang cukup lama untuk membuat orang melupakan sebuah nama. Cukup lama untuk mengganti sebuah bangunan, penghuni, papan nama, bahkan mengganti cerita tentang apa yang pernah terjadi di tempat itu.
Hotel Meridian sudah tidak ada.
Yang tersisa hanyalah sebuah kompleks apartemen mewah bernama Meridian Residences, tempat keluarga-keluarga datang untuk mencari kehidupan yang tenang, aman, dan jauh dari masalah. Tidak ada yang tahu bahwa sebagian fondasinya masih menyimpan sesuatu dari lima belas tahun lalu.
Malam itu, Leonard berdiri sendirian di salah satu bagian lama bangunan yang hampir tidak pernah digunakan. Di tangannya terdapat sebuah map berwarna cokelat yang sudah menguning di bagian tepinya.
Ia membuka lembar terakhir. Beberapa nama perusahaan, nominal transaksi, tanda tangan, dan tanggal. Semuanya terlihat seperti dokumen proyek biasa sampai Leonard mencocokkannya dengan data yang baru ia dapatkan sore tadi.
Tangannya berhenti. Matanya kembali membaca satu nama yang tercetak di sana. Leonard menelan ludah. “Nggak mungkin…”
Ia membuka lembar berikutnya. Nama yang sama. Lalu ia menemukan tiga nama lain. Tiga orang yang sudah meninggal lima belas tahun lalu. Tiga orang yang selama ini dianggap tidak memiliki hubungan satu sama lain.
Leonard segera meraih ponselnya. Ia mengetik sebuah pesan. Jarinya berhenti tepat sebelum menekan tombol kirim. Suara langkah kaki terdengar dari ujung lorong. Pelan tapi nyata. Leonard menoleh. “Siapa?”
Tidak ada jawaban. Langkah itu berhenti. Leonard berdiri, mundur beberapa langkah, lalu menggenggam ponselnya lebih erat. Seseorang muncul dari balik gelap. Wajahnya tidak terlihat jelas. Namun suara yang keluar terdengar tenang.
“Anda seharusnya berhenti mencari.”