Meridian Residences

Firsty Elsa
Chapter #2

Korban Bunuh Diri?

Jeritan seorang perempuan memecah ketenangan sebelum matahari benar-benar tinggi. Awalnya hanya beberapa orang yang mendekat. Mereka mengira ada penghuni yang pingsan atau kecelakaan kecil saat berolahraga. Akan tetapi, dalam hitungan menit, semakin banyak orang berkumpul di sekitar taman yang berada di sisi salah satu gedung tower Meridian.

Seorang pria tergeletak di atas hamparan rumput. Tubuhnya tidak bergerak. Darah mengotori sebagian area di sekitarnya. Wajahnya menghadap ke samping dengan posisi yang membuat beberapa orang langsung memalingkan muka.

Seorang penghuni yang kebetulan sedang berjalan pagi menjadi orang pertama yang menemukan tubuh tersebut. Dalam keadaan panik, ia berlari menuju pos keamanan terdekat dan melaporkannya kepada petugas. Tidak lama kemudian, area taman langsung dipenuhi petugas keamanan apartemen.

Pita pembatas darurat dipasang. Para penghuni diminta menjauh. Sayangnya, rasa penasaran selalu bergerak lebih cepat daripada instruksi apa pun. Orang-orang terus berdatangan. Beberapa berdiri di belakang garis pembatas. Sebagian lagi mengintip dari balkon unit mereka yang menghadap taman. Bisik-bisik mulai terdengar di berbagai sudut.

“Ada yang jatuh katanya.”

“Penghuni sini bukan?”

“Nggak tahu.”

“Masih hidup?”

“Kayaknya udah nggak.”

Ponsel-ponsel mulai terangkat. Foto dari kejauhan beredar di grup penghuni. Dalam waktu singkat, kabar mengenai kematian itu menyebar ke berbagai media sosial. Ada yang menulis bahwa seseorang bunuh diri. Ada pula yang sudah membuat teori sendiri meski belum mengetahui apa pun. Berita berkembang jauh lebih cepat daripada fakta.

Sekitar dua puluh menit kemudian, suara sirine mulai terdengar dari kejauhan. Satu mobil patroli memasuki gerbang utama, disusul mobil polisi lainnya dan ambulans. Suasana yang sejak tadi ramai berubah semakin kacau. Beberapa penghuni mundur memberi jalan. Sebagian justru semakin mendekat untuk melihat lebih jelas.

Petugas kesehatan turun lebih dulu, membawa peralatan medis. Di belakang mereka, sejumlah anggota kepolisian mulai mengamankan lokasi dan mencatat kondisi sekitar. Salah seorang pria berusia sekitar empat puluh tahunan turun dari mobil terakhir. Tatapannya langsung menyapu area taman. Dan puluhan pasang mata yang menunggu jawaban.

Penyelidikan dimulai.

“Yang menemukan pertama siapa?”

Seorang penghuni perempuan mengangkat tangan dengan ragu. Wajahnya masih terlihat pucat. Namanya tercatat sebagai Rina, penghuni Tower C lantai delapan.

“Saya, Pak.”

Polisi yang mencatat keterangan mempersilahkannya duduk di salah satu bangku taman yang berada tidak jauh dari lokasi.

“Bisa ceritakan dari awal?”

Perempuan itu menarik napas panjang. “Tadi saya jogging seperti biasa. Sekitar jam enam kurang sedikit lah. Pas lewat sini saya lihat ada orang tergeletak.”

“Ibu langsung mendekat?”

Rina menggeleng cepat. “Nggak. Awalnya saya pikir orang pingsan. Tapi pas saya lihat ada darah… saya langsung lari ke pos keamanan.”

Lihat selengkapnya