"Wow keren ada artis drakor masuk kelas 12A?" sindir Sonya mukanya bahagia bangat sama perubahan Rindu tersenyum sinis.
"Pruk ... Pruk ..." tepuk tidak terlalu kencang suaranya sempat dilirik Rindu.
Tepukan tangan Caty terhenti lalu mendekati Rindu. "Loe kerasukan setan mana, Rindu?" ledek bingung Arni.
"Setan kober? Atau jin tomang? Hahahahahah ..." disertai tawa meledek Caty berdiri dihadapan Oscar.
"Lihat tuh cewe loe! Rindu tadinya alim, pake hijab? Nah sekarang kayak gitu! Potongan rambutnya aja kayak bocah sumeng! Roknya, ngak beda kayak loe, Sonya!" makin nyindir makin menyela Caty bikin kesal Oscar kelihatan bangat makin tidak kuat melihat kenyataan realita cintanya yang bakalan terhalang terjalnya curam jurang.
"Rindu loe?" lagi-lagi dibikin sontak terpasang wajah bingungnya Sambudi sudah berdiri dihadapan Rindu.
"Loe bingung terkasima dengan keadaan gua sekarang, Sambudi?" lirikan menebar pesona bikin Sambudi mulai terasa ingin sekali menggedor hatinya Rindu.
"Loe beda bangat, Rindu. Ini, ini yang gua mau dari loe," makin terpancing hasrat hatinya Sambudi seraya dirinya kepengen bangat jadi pedamping hatinya Rindu.
"Hari ini dan selamanya gua begini dan akan terus begini. Mungkin kemarin-kemarin gua cuman jadi anak alim yang jauh dari dosa. Tapi hari ini dan seterusnya gua ngak takut akan dosa. Mungkin ini sudah terlanjur dosa, jadi sekalian gua menyelam dalam lautan dosa," tebaran sinis penuh senyuman rayuan bibir seksi Rindu seraya hanya meninggalkan kecupan ilusinya pada Oscar makin hati prihatin sedih.
"Loe kapan clubbing? Kalau kalian clubbing, soh pasti gua ikut!" makin hancur tidak ada harapan lagi Oscar untuk menyemaikan hati kecilnya menyatu pada ladang cintanya Rindu beranjak jalan keluar dari dalam kelas.
"Tuh'kan?" sinis sindiran Arni mendekati Sonya tersenyum senang bangat.
"Terus kalau begini loe masih tetap berharap sama Rindu yang bakalan jadi pacar loe, Car?" mencoba untuk tetap yakin tetapi benturan bisikan suara Caty hampir menggedor hancur keyakinan hatinya Oscar mungkin capek hati lalu beranjak keluar dari dalam kelas.
"Sambudi?!" lagi-lagi Sambudi juga mau keluar dari dalam kelas tapi terhenti langkahnya saat dipanggil Arni.
"Lebih baik gua mengejar dosa. Dari pada gua mengejar loe, Sonya yang cuman setengah berdosa!" sahut Sahut berbalik lagi lalu berjalan keluar dari dalam kelas.