Merindunya Rindu~Novel~

Herman Siem
Chapter #13

Itu Bukan Jalanku Lagi

Perubahan sikap Rindu tidak lantas membuat putus asa Oscar untuk tetap menjaga hatinya, ingin dirinya tidak berpaling dari Rindu. Walau kenyataan berkata lain dengan bagaimana keadaan Rindu sekarang jauh sekali dan berbeda.

"Rindu tunggu," panggil Oscar sudah berdiri dibelakang Rindu.

Tersenyum sinis wajah Rindu melihat rok dan seragam putih lengan panjang serta hijab putih saat di keluarkan dari dalam tasnya Oscar.

'Maaf, Car. Itu bukan jalanku lagi!" tolakan halus terucap dari bibir berbalut lipstik tebal merah tua seraya juga tangan kirinya Rindu menolaknya.

"Ngak Rindu. Aku yakin kamu masih butuh ini? Apa yang kamu lakuin dengan perubahanmu itu, hanya sekedar pelampiasan kemarahan kamu saja dengan realita hidup kenyataan pahit itu!" kilah Oscar memaksa.

"Benar Car. Sungguh kejam realita kenyataan hidup gua yang pahit bangat ini. Loe, juga tahu gimana keadaan keluarga gua sekarang. Sempat gua bertahan untuk tetap merindu'kan nikmatnya Allah. Tapinya nyatanya semakin gua rindu pada Allah, tapi kenapa Allah semakin menjauh'kan kerinduan Ayah dan Ibu! Yang mereka berdua sibuk dengan urusan mereka masing-masing! Sampai mereka lupa gimana caranya untuk merindulkan gua?! Padahal gua merindu'kan mereka bangat!" kesal sambil dua tangan Rindu mendorong mundur Oscar sempat terjatuh hijab putih dilantai.

"Rindu ... Aku yakin apa yang kamu jalani sekarang ini. Itu bukan jalanmu ...!" teriak tidak percaya Oscar sambil membungkuk mengambil hijab putih dilantai.

"Rindu ... Hihhh! Minggir loe!" terburu-buru Sambudi mengejar berteriak manggil Rindu, sempat tersenggol Oscar.

"Sambudi ... Tungguin gua ..." teriak panggil Arni dan Caty berlari mengejar kearah parkiran mobil.

"Car, loe ikut ngak?" tanya Sonya melirik tangan kanannya Oscar masukan hijab kedalam tasnya.

Cuman terdiam tidak ada jawaban dari mulut Oscar berjalan kedepan, dua kakinya berdiri diatas undakan anak tangga. Dua matanya melihat Rindu sudah duduk disamping Sambudi duduk dibelakang kemudi setir mobilnya.

"Sonya ayo cepat ..." teriak panggil Caty duduk dibarisan belakang mobil minibus warna silver.

"Rindu ngak perlu kali pakai itu lagi, Car!" sahut sambil berjalan Sonya dekati mobil.

Oscar yakin pada Rindu, bila dirinya sekarang ini hanya pelampiasan saja. Langkah malahan cepat berjalan kearah mobil. Oscar berdiri disamping pintu mobil sisi kiri, hanya tersenyum sinis wajah Rindu seakan tidak mau melihat wajah tampannya Oscar.

Lihat selengkapnya