Clubbing, aktivitas kontak yang begitu sarat banyak pengunjung berdatangan dari kalangan umur dan jenis.
Minuman, pelukan, ciuman, dan pada umumnya bisa bikin lupa waktu dan bahkan bisa lupa waktu sampai dini hari.
Clubbing, tidak sempurna juga dengan tidak ada gegap gempita suara musik yang bikin seluruh tubuh bergerak, melantai dengan kerlap-kerlip aneka sorot warna lampu.
Clubbing juga tidak sempurna bila tidak ada hentakan jari-jemari disc joky, atau DJ panggilan kerennya "deejay" adalah seseorang yang terampil memilih dan memainkan rekaman suara atau musik yang telah direkam sebelumnya. Umumnya media hasil rekaman yang digunakan adalah media diska atau cakram.
Kilatan blitz kamera berapa kali berkilau dari balik kerumunan pengunjung sedang melantai. Tersenyum sinis wajah Sonya saat mengambil gambar diam-diam Rindu sedang meneguk minuman keras dan melantai.
Malam itu suasana gegap gempita dalam Cafe Senja, hentakan jari-jemari deejay mencengkram cakram, dengan musik tentunya yang bikin geleng-geleng kepala.
Hentakan musik makin bikin pengunjung menggerakan seluruh tubuh, uporianya seakan melupakan kepenatan sesaat.
"Pulang yuk," ajak Rindu sudah makin pusing kepalanya mabok banyak minum di, dua matanya kabur pandangannya melihat bayangan kerumunan orang berwajah seram.
Salah satu wajah seram, dua matanya hampir melompot dari kelopaknya mendekati Rindu tersentak kaget.
"Uuaaahhhh ...!" teriak Rindu.
"Rindu!" tangan kanan Sambudi menarik Rindu jongkok ditengah kerumunan uporia pengunjung masa bodoh dengan teriakannya.
"Loe kenapa?" bingung tanya Sambudi pelan-pelan bantu berdiri Rindu makin sempoyangan. Penglihatan dua matanya masih kabur, seram makin seram penglihatan pada pengunjung yang sedang melantai, dalam penglihatan dua matanya.
Pengunjung ditarik, ada yang dipecut sekujur tubuhnya dan ada yang terbakar sambil berteriak kepanasan.
"Ngak! Gua ngak mau kayak gitu ... Uaaaaahhhhh ...!" teriak lagi Rindu dan berapa kali Sambudi terdorong mundur senggol Sonya.
"Hihhh! Loe kenapa si, Rindu! Bikin malu aja loe! Caty! Arni! Tuh lihat!" kesal juga Sonya terganggu dengan tingkah noraknya Rindu dipapah jalan Sambudi kearah sopa.
"Hihhh!" gerutu kesal Caty.
"Kenapa lagi, Rindu?!" gerutu juga Arni kesal sambil cekek botol minuman alkohol lalu di tenggaknya liang bibir botol.
"Pulang! Anterin gua pulang cepat ...!" sambil merontah Rindu sontak terduduk lagi ditarik Sambudi rada emosi.