Merindunya Rindu~Novel~

Herman Siem
Chapter #18

Ragu Ingin Kembali

"Rindu?! Bu, ... Rindu pulang ..." sontak raut wajah kesedihan cemas berubah tersenyum berteriak memanggil Nani.

Dua tangan Almira berusaha putarkan roda bergerak maju kedepan, tapi kenapa langkah berat jalannya Rindu tidak lantas maju juga mendekati Almira.

"Rindu kamu pulang, nak?" hanya terdiam saja, tatapan sinis pandangan dua mata hanya terdiam tidak ada terketuk kasihan melihat keadaan Almira yang seketika terjatuh.

"Ibu, sangat merindukan dan mencemas'kan kamu, Rindu." sambil merayap dua kakinya di paksakan ikut berjalan dengan dua tangan memaksnya berjalan.

Lagi-lagi hanya terdiam berdiri saja Rindu dihadapan Almira tersenyum walau wajah masih terasa basah sembab sisa air mata.

"Kamu sudah pulang, Rindu? Ibu rindu sekali padamu, Rindu," sambil dua tangannya memeluk dua kaki Rindu hanya terdiam saja, walau hatinya makin terpancing sedih.

Mana mungkin wanita yang sudah melahirkan dirinya terasa bertekuk lutut seraya merindukan dirinya, walau nyata tergurat ada penyesalan dilihat Rindu pada wajahnya Almira.

"Ibu, Ibu berjanji pada kamu, Rindu. Ibu, Ibu akan selalu ada waktu untuk kamu. Ibu menyesal sudah terlalu sibuk dengan semua pekerjaan, Ibu. Sampai-sampai Ibu melupakan kerinduanmu itu pada Ibu," tapi hanya terdiam malahan tersenyum sinis Rindu selangkah mundur kebelakang, tidak inginnya kedua kakinya lama-lama dipeluk kerinduannya Almira maju lagi mendekati dua kaki Rindu mundur lagi kebelakang.

"Awalnya aku ragu ingin kembali pulang, Bu. Betapa sedih yang saat ini Ibu rasa'kan menanti merindu'kan kapan aku pulang. Sama yang aku rasa'kan saat aku betapa merindukan kalian berdua pulang hanya untuk meluap'kan kerinduan ini yang terpendam sekian lama. Aku terpasung dalam kerinduan makin membelenggu aku, Bu!" tersenyum sinis sambil duduk berjongkok tatapn Rindu menatap sedih penuh sesal bersalah raut wajahnya Almira.

"Saking begitunya aku merindu'kan kalian berdua kapan meluapkan kerinduan kasih sayang itu, sampai aku tidak ingin lagi menanti kerinduan itu dari kalian berdua. Hanya kerinduan kasih sayang tulus yang selalu aku dapati dari Kakek dan Nenek! Tapi tidak dari Ibu dan Ayah!" beranjak bangun Rindu tersenyum pada Nani memapah jalan Rahman wajahnya mulai mencair kesedihan seraya hatinya berteriak marah dengan sikap Rindu pada Almira.

Lihat selengkapnya