Merindunya Rindu~Novel~

Herman Siem
Chapter #19

Tidak Akan Merindukannya Lagi

Dream

Rindu penasaran menyelah jalan kerumunan pengunjung sedang melantai, terasa berat mabok jalannya sempoyangan. Semua mata menyorot tajam seram kearah Rindu makin ketakutan ketika semua mengelilingi dan makin mendekati.

"Pulang ... Pulang ... Pulang Rindu ..." makin ketakutan, makin mendekati semua pengunjung wajahnya berubah seram tapi mengusir pulang Rindu.

Dari penglihatan Rindu satu wanita berwajah seram, dua matanya hampir melompot dari kelopaknya mendekati Rindu tersentak kaget makin ketakutan tapi puluhan pasang tangan seram terus meanri-nari ingin mencengkram wajahnya.

"Akhhhh ... Jangan ganggu gua ... Gua ngak mua pulang ... Ini jalan hidup gua ..." teriak Rindu seraya merontah tapi ketakutan.

Penglihatan dua matanya masih kabur, seram makin seram penglihatan pada pengunjung kembali mundur dan melantai dengan hentakan musik deejay, dalam penglihatan dua matanya.

"Jangan ... Tolong ..." salah satu pengunjung kini ditarik bayangan hitam, ada yang dipecut sekujur tubuhnya dan ada yang terbakar sambil berteriak kepanasan.

Rindu mundur baru sadar bila dirinya berada dimana sekarang. Rindu terkejut saat berdiri bayangan hitam tinggi berwajah seram memakai jubah hitam, dua matanya memerah marah dengan tangan kanannya siap memecut.

"Ngak ... Ngak Bakalan gua kembali merindu'kannya ...! Gua ngak bakalan kembali ..." teriak makin kencang sepanjang jalan hanya ada api membakar tubuh macam banyak orang.

Rindu tahu bila dirinya sedang berada di nereka, tetapi hatinya makin tidak terasa takut walau bayangan hitam terus mengejarnya.

"Uahhhhhhh ..." makin berlari cepat Rindu ketakutan terus berlari.

"Rindu, bangun sudah Magrib," berapa kali colekan tangan Almira membangunkan Rindu ternyata dirinya sedang mengigau.

Lihat selengkapnya