Semua murid kasak-kusuk tersenyum dan sinis perhatikan foto yanga ada di mading sekolah. Berapa lembar foto Rindu sedang melantai diantara kerumunan banyak pengunjung, foto Rindu sedang meneguk minuman dan merokok.
"Kenapa jadi begitu Rindu? Aneh deh? Lagian kenapa juga Rindu sampai lepas hijabnya?" kasak-kusuk tiga murid cewek merasa sebal melihat foto di mading.
Sonya, Arni dan Caty hanya diam-diam tersenyum sinis, mereka bertiga merasa senang bangat melihat hampir semua murid satu Sekolah SMA Garuda Bangsa, mulai membenci pada Rindu.
"Mampus loe, Rindu!" licik senyuman terasa puas terumbar dari raut wajahnya Sonya makin banyak murid melihat bergantian foto Rindu di mading sekolah.
"Son, tuh lihat siapa yang datang?" lirikan sinis tersenyum Caty melihat kearah Oscar bingung juga melihat banyak murid berkerumun didepan mading sekolah.
"Ada apaan si?" sambil menyelah kerumunan Oscar sudah berdiri didepan mading. Dua matanya tidak mau beranjak pergi hanya terus menatap lembaran foto Rindu.
Hatinya semakin hancur, tapi terasa tidak peduli dengan kasak-kusuk murid yang makin menjadi terdengar membicarakan Rindu.
"Gua tahu semua ini perbuatan jahat kalian'kan?!" tuding terlontar Oscar dari mulutnya menduduh Sonya, Caty dan Arni cuman sinis wajahnya.
"Gua juga tahu, apa yang sudah terjadi dengan Rindu?! Sambudi juga yang sudah merengut kesucian Rindu!" tatapan marah dua mata dan telunjuk tangan kanannya Oscar hampir mencongkel matanya Sonya tersenyum sinis melirik semua murid mendengar.
"Rindu. Rindu tunggu!" ternyata Rindu juga mendengar melirik kearah mading. Semua murid merasa jijik melihat Rindu.
Oscar makin bersalah dan tidak enak hatinya, padahal dirinya hanya ingin membela Rindu. Tapi kenapa mulutnya sudah membongkar aib apa yang sudah terjadi pada Rindu. "Rindu!" panggil terus berlari Oscar, mengejar Rindu.
"Ahahahahahah ..." tertawa senang Caty.
"Pasti nanti Rindu bakalan ketagihan," sambung Arni.
"Kita kekelas aja yuk," ajak Sonya sesaat lagi perhatikan mading. Lalu mereka bertiga berjalan susuri lorong jalan menuju kelas 12 A.
Tidak jadi Oscar mengejar Rindu terhenti sesaat ketika melirik kearah Oscar yang malahan kearah parkiran mobil. "Oscar!" berbalik kini Rindu mengejar Oscar.
"Oscar ..." teriakan Rindu seakan memperinga notkan Oscar akan tidak menghakimi Sambudi yang baru saja turun dari mobil.