Jalanan tampak lengang. Hanya ada beberapa kendaraan saja yang melintas dan itu pun tak setiap menit. Pedagang yang menjalani rutinitas di malam hari sebagian sedang merapikan barang mereka dan bersiap untuk pulang. Kondisi lalu lintas yang sepi membuat kendaraan tiba cukup cepat tanpa hambatan.
Dwi turun tepat di jalan yang tak jauh lagi dari rumahnya. Wanita itu memberanikan diri melangkah demi mencapai tujuannya. Tak banyak manusia yang terlihat selama mata memandang. Dia lantas memasuki gang sembari melipat dua tangan di depan dada. Sesekali wanita itu menggigil karena udara dingin yang menusuk hingga ke tulang.
Wanita itu hampir tiba di depan rumah. Tampak dua pria yang membawa senter berbalut sarung menyinarinya.
"Euleuh, Neng Dwi ieu teh?" tanya Pak Jamil. (1)
"Muhun, Pak," jawabnya. (2)
"Meni uih teh tabuh sakieu. Untung salamet dugi ka bumi," tambah Pak Zenal. (3)
"Abdi ka lebet hela. Mangga." Dwi pamit tanpa menyahut pernyataan mereka. (4)
Dwi berdiri di depan pintu dengan tangan terkepal. Dia ingin mengetuk, tetapi ragu. Wanita itu berpikir sejenak. Dia melangkah ke samping rumah dan mengintip di balik jendela yang tertutup gorden.
"Annisa ... Annisa!" bisiknya, sembari mengetuk jendela.
Adiknya itu terbangun seraya mengucek mata. Ketukan dan panggilan tersebut mulanya membuat gadis itu takut. Namun, setelah Dwi menyebut namanya dia segera bangkit dari ranjang. Ketika melihat kakaknya yang meminta untuk dibukakan pintu, gadis itu berjalan cepat ke depan. Dwi akhirnya masuk dan duduk, sementara Annisa membuatkan teh hangat.
"Teh, setengah dua ieu teh. Padahal ngke atos subuh berangkatna," ucap Annisa. (5)
"Teu aya waktu deui, Nis. Mumpung aya kasempatan," katanya, kemudian Dwi menyeruput teh hangat. (6)
Annisa memperhatikan perut Dwi yang terlihat ramping. Dia menghitung berapa lama kakaknya itu pergi. Sembilan bulan lebih. Waktu yang biasanya dijalani selama masa kehamilan.
"Teh, kamana orokna?" tanya Annisa. (7)
Dwi hanya menggeleng, "teu aya." (8)
"Maksudna, ku teteh digugurkeun atau dilahirkeun?" Annisa butuh penjelasan. (9)