Keesokan hari nya setelah mama marah-marah dan puas memaki ku. Bapak menyuruh ku untuk sarapan dan setelah sarapan mama dan bapak bilang ingin berbicara serius dengan ku di teras depan rumah.
"Ai... Bapak udah sakit terus, sedangkan kamu belum kerja-kerja. Kamu mau ga ikut dengan bibi esih di Karawang kota bekerja membatu bibi berjualan di sana ? Sembari nyari-nyari kerjaan tanya-tanya sama sodara mu yang lain yang tinggal di sana ?"
"Sodara pak ? Memang kita punya sodara di Karawang kota ?"
"Kamu ingat A.Jajat,ridho dan A.ihsan ?"
"Iya.. anak nya bibi esih kan. Tentu aja ingat."
"Iya mereka semua ngekos di karkot(Karawang kota) kamu ikut lah sama mereka. Nnti mereka bisa anter kamu ke bursa lapangan kerja dekat sana jadi lebih hemat ongkos dan mereka juga udah jadi karyawan tetap semua bisa kamu tanya-tanya lowongan."
Aku mengiyakan tawaran bapak dari pada aku harus bertemu dengan mama terus di rumah yang sumpek ini,dari pada aku harus di maki-maki terus di rumah karna belum kunjung bekerja. Lebih baik aku pergi saja.
Sore hari nya A.ihsan menjemput dengan motor nya CBR merah. Bapak memberikan uang saku untuk seminggu senilai 300ribu saat itu. Aku pun pergi berpamitan dengan bapak tapi tidak dengan mama jujur aku masih sakit hati dengan perkataan mama tempo hari, namun aku mewajarkan sifat mama karna mungkin keuangan kluarga sedang goyang mengingat bapak sakit dan mama yang sudah tidak bisa berjualan lagi tapi aku yang baru keluar sekolah ini belum bisa di andalkan.
"Aku pergi. Asalamualaikum"
"Walaikumsalam" jawab bapak..
Di perjalanan A.ihsan menanyakan beberapa pertanyaan kecil menghilangkan kecanggungan di antara kami sembari menelusuri jalan yang panjang dan di kelilingi sawah hijau di sekeliling nya.
"Teh sabar ya kerja di kota ini mah memang susah harus nyogok Mulu, tapi berhubung teteh baru aja keluar sekolah mudah-mudahan ga perlu nyogok kita pake cara biasa aja.bismillah ya teh."
"Iya a makasih banyak maaf ya aku numpang ngerepotin AA "
"Iya gapapa berarti karna teteh pindah kesini harus LDR dong sama pacar nya. Ga mungkin kaya nya ga punya pacar hehe"
Tiba-tiba saja si AA yang sudah lama tidak ngobrol dengan ku ini ngomongin pacar aku jadi malu untuk bercerita.
"Engga A aku lagi ga punya pacar baru putus sama temen nya aanto"
"Eh pacaran sama temen nya aanto, ko bisa. Sering di kenalin kah sama aanto ke tempat nongkrong nya?"