MESIN BESAR

zanu ariska wakhida ainia
Chapter #18

BAB 18 SISI LAIN SERIGALA

Di sudut lain Surabaya yang sibuk, tepatnya di salah satu bangsal rumah sakit dr. Soetomo, udara terasa berat oleh bau obat-obatan. Di balik pintu kamar yang tertutup rapat, sosok pria yang biasanya berdiri angkuh di atas unit Grader itu kini tampak luruh.

​Pak Rama.

​Ia melepaskan dasinya, menyampirkannya di kursi plastik yang kusam. Kemeja marunnya tampak lembap oleh keringat dingin. Di atas ranjang rumah sakit, seorang gadis kecil bernama Ayu terbaring lemah dengan selang infus yang menusuk tangan mungilnya. Rambutnya telah rontok, menyisakan pucat yang menyayat hati.

​Di sini, di hadapan putrinya, Rama seutuhnya menjadi seorang ayah. Tidak ada senyum mengejek untuk Sinta. Tidak ada gertakan maut untuk anak buahnya. Ia duduk di tepi ranjang, membacakan buku cerita dengan suara yang dibuat seceria mungkin, meski hatinya sedang berdarah.

​"Nanti kalau Ayu sudah sembuh, kita jalan-jalan ke pantai ya, Sayang?" bisik Rama sambil mengusap kening putrinya.

​Ayu tersenyum lemah. Ia tidak tahu bahwa setiap tetes obat mahal yang masuk ke tubuhnya, setiap biaya kamar VIP ini, berasal dari uang "darah" yang dicuri ayahnya dari anggaran safety tambang. Rama tahu dia kotor. Dia tahu dia berdosa. Namun, demi mempertahankan napas Ayu, ia rela menjadi iblis di tanah Borneo.

​Namun, Rama tidak menyadari satu hal.

​Di lorong rumah sakit yang remang, beberapa meter dari pintu kamarnya, berdiri sesosok pria yang sejak tadi mengamati dari balik bayangan. Pak Eric.

​Eric berdiri diam dengan ekspresi datar yang sulit dibaca. Di tangannya, ia memegang sebuah ponsel yang layarnya masih menyala—menampilkan data transaksi gelap yang ia kumpulkan selama membuntuti Rama dari stasiun hingga ke rumah sakit ini.

​Eric melihat semuanya. Ia melihat bagaimana seorang koruptor besar bisa berubah menjadi ayah yang begitu lembut. Ada gejolak di batin Eric; antara rasa kasihan sebagai sesama manusia, dan kewajibannya untuk menegakkan keadilan bagi ribuan pekerja di site yang nyawanya terancam karena ulah Rama.


Lihat selengkapnya