Blurb
Bagi dunia seni, Awing Atmadilaga adalah seorang legenda. Ratusan kostum tari karyanya telah menghidupkan panggung-panggung besar. Namun bagi Saribanon, putrinya sendiri, Awing hanyalah sosok asing seorang budayawan. Empat puluh tahun menjahit mahakarya untuk orang lain, sang maestro lupa bagaimana caranya menjahit kedekatan dengan darah dagingnya sendiri.
Merasa tak pernah dilihat, Saribanon melarikan diri ke alam bebas. Baginya, puncak gunung dan heningnya rimba jadi satu-satunya tempat ia bisa merasakan kebesaran Tuhan dan menemukan ketenangan. Namun, sebuah kabar memaksanya pulang: bapaknya sekarat.
Kepulangan yang didasari rasa bersalah itu justru membuka luka lama. Di rumah, Saribanon menemukan Damar—mahasiswa seni yang hidup di gubuk belakang—tengah menemani hari-hari terakhir bapaknya. Damar mendapatkan sosok bapak yang tak pernah Saribanon miliki. Berpacu dengan waktu dan derit mesin jahit untuk menyelesaikan kostum sendratari terakhirnya, mampukah Awing dan Saribanon menjembatani jurang di antara mereka sebelum tirai panggung tertutup selamanya?