Middlemist White

Azuma.H
Chapter #5

Buku Misterius (1)

“Mea, kamu sudah selesai membersihkan oven?” Mama mengintip dari pintu kamar. Mea yang berdiri di tangga menggeleng, sedikit lagi, dia sedang membersihkan oven di dinding atas.

“Boleh Mama istirahat duluan? Badan mama capek sekali.” Mama menguap, menepuk-nepuk pundaknya.

Mea mengangguk, baiklah, lantas bertanya apa dia ingin dipijit. Mama tersenyum, tidak usah, berpesan hati-hati dan segera tidur begitu dia selesai. Mea menyahut pelan, oke.

Dia heran kenapa Mama selalu minta izin kalau ingin tidur duluan. Padahal kan tinggal bilang saja, tidak perlu bertanya, pikirnya. Mea menggeleng tidak mengerti. Baiklah, tinggal satu lagi. Mea mengulurkan tangannya untuk membersihkan bagian belakang oven. Tiba-tiba tangannya menyentuh sesuatu.

Hm? Apa ini? Dia menarik benda itu ke luar. Kotak apa ini? Seperti buku, pikirnya sambil membolik-balik benda itu. Hitam sekali, sepertinya memang buku. Dia turun dari tangga, mengusap debu di permukaannya, ugh, ini sih tanah, bukan debu. Butuh usaha lebih keras untuk mengusapnya.

Baiklah, sudah lumayan bersih sekarang. Tapi kenapa tidak ada tulisan apa-apa? Cuma ada angka 5 di sampulnya. Mea bingung. Dia mencoba membuka buku itu. Sayangnya halamannya menempel satu sama lain. Selain itu, tak ada tulisan yang bisa dibaca. Semuanya buram. Apa karena sudah malam? Tapi biasanya gelap bukan masalah untuknya. Bahkan dia bisa membaca di bawah sinar bulan.

Menyerah, Mea mengembalikan buku itu ke tempatnya, bertanya-tanya, kenapa Mama menyimpan buku itu? Kenapa buku itu kotor sekali? Apa isi buku itu? Lelah berpikir, dia bertekad akan menanyakan buku itu ke Mama besok pagi.

Biasanya Mama yang membersihkan oven di dinding atas, makanya dia tidak pernah tahu tentang buku itu. Mamanya juga tidak pernah bercerita. Yah, itu bisa berarti dua hal, buku itu tidak penting sama sekali atau sangat penting.

Nah, selesai. Sudah waktunya pergi. Dia melepas celemek, menggantungnya di sudut rumah, lantas mengintip ke kamar, memastikan Mama sudah tidur. Dia berjinjit ke arah pintu, memutar gagang pintu dengan pelan, membuka pintu dan menyelinap ke luar rumah.

Lihat selengkapnya