Middlemist White

Azuma.H
Chapter #11

Kamu siapa?

Mea menutup buku yang barusan dibacanya, tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Tidak butuh waktu lama membaca buku itu. Lagipula Mama tidur lebih awal dari biasanya. Itu memberikannya lebih banyak waktu untuk membaca.

Entah apa dia masih bisa memanggil wanita itu 'Mama'. Kalau paman itu benar, bahwa tulisan di buku ini hanya bisa dimunculkan oleh penulis atau pemiliknya, apa itu berarti dia tuan putri? Apa ini alasan 'Mama' selalu menyuruhnya memakai sarung tangan? Karena tangannya menghasilkan zat yang diperlukan untuk ekspedisi? Kenapa dia menyembunyikan hal ini? Untuk melindunginya? Kenapa dia tidak menyerahkannya ke kastil saja? Apa Raja dan Ratu tidak merasa kehilangan anak? Apa dia dibuang? Kenapa dia bisa berakhir bersama wanita itu? Siapa sebenarnya dia?

Berbagai macam pertanyaan muncul di benak Mea. Dia menghela napas, teringat harus pergi ke perpustakaan, mengembalikan buku itu. Tunggu, kalau dia pemilik buku itu, dia tidak perlu mengembalikannya kan? Lalu apa yang harus dia lakukan? Pergi ke kastil? Paman dan Liam mungkin bisa memberikan solusi. Sepertinya mereka bisa dipercaya. Buktinya, sampai sekarang tidak ada siapapun yang datang untuk mencarinya.

Dia bergegas berjalan ke arah pintu, mengendap-endap seperti biasa. Aduh, kenapa gagangnya macet disaat seperti ini, keluhnya dalam hati. Dia memegang gagang pintu dengan kedua tangan, tanpa sadar menjatuhkan buku di tangannya, menimbulkan suara yang cukup keras untuk membuat Mama terbangun.

"Siapa itu?" terdengar suara Mama dari dalam kamar, disusul sosoknya yang muncul dengan tangan terangkat memegang bantal.

"Mea? Kamu mau kemana? Ini sudah malam." Tanya Mama setelah melihat sumber suara, menurunkan tangannya, heran. Matanya lalu tertuju pada buku di lantai, terlihat kaget. Dia menatap Mea dengan tatapan yang sulit dijelaskan, apa kamu membaca buku itu? Mea mengangguk. Belum sempat berkata apa-apa, Mama bertanya lagi, apa ada orang yang tahu tentang buku itu? Mea mengangguk, paman penjaga perpustakaan dan petugas floem itu, Liam. Mama terdiam. Mea membungkuk untuk mengambil buku itu, tidak berani bersuara melihat ekspresi mamanya.

"Bereskan barangmu. Kita pergi." ujar Mama memecah keheningan. Mea terkejut, apa? Dia menyusul mamanya yang masuk ke kamar, bertanya, kenapa?

"Nanti akan Mama jelaskan. Sekarang bereskan barangmu. Jangan ada yang tertinggal, termasuk buku itu." kata Mama tegas sambil memasukkan barang-barang ke dalam tas. Biasanya Mea akan menurut, tapi kali ini berbeda.

"Tidak." tolaknya. Mama berhenti memasukkan barang, menoleh ke arahnya. Sebelumnya mereka beberapa kali pindah rumah. Seingatnya mereka pindah setiap kali kerajaan bertambah luas. Tapi mengingat rata-rata penduduk distrik daun melakukan itu, Mea tidak menganggap itu aneh. Masalahnya, bukankah mereka baru saja pindah ke sini bulan lalu? Sekarang bahkan belum ada perluasan wilayah, kenapa mereka pindah?

Lihat selengkapnya